Studi ke Inggris, Isman Ajak Pemuda Sangihe Berani Bermimpi dan Beraksi

  • 14 Jul 2026 14:38 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Menjadi putra daerah yang mampu menembus pendidikan tinggi di Inggris tidak membuat Maulana Isman Naki lupa akan asal-usulnya. Melalui obrolan dalam program Sore Ceria Pro2 RRI Tahuna, Senin (13/7/2026), ia menekankan bahwa beasiswa luar negeri bukanlah sarana untuk sekadar jalan-jalan atau mengejar gengsi, melainkan sebuah amanah besar untuk membangun bangsa.

Isman, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa latar belakangnya sebagai lulusan dari daerah afirmasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe justru menjadi pendorong utama semangatnya. Ia ingin membuktikan kepada seluruh generasi muda di tanah kelahirannya bahwa keterbatasan informasi dan jarak geografis bukanlah penghalang berarti untuk meraih pendidikan tinggi berstandar internasional.

Dalam pandangannya, masalah kesehatan di Indonesia saat ini seringkali bersumber dari minimnya edukasi masyarakat. Ia melihat tenaga kesehatan, termasuk bidang farmasi, perlu lebih proaktif dalam memberikan penjelasan kepada pasien, bukan sekadar memberikan obat tanpa edukasi yang memadai. Inilah yang menjadi dasar kuat rencana kontribusi yang akan ia bawa setelah menyelesaikan studi nanti.

"Mimpi itu gratis dan setiap orang berhak memilikinya. Namun, mimpi tersebut harus diberikan kesempatan melalui tindakan nyata dan persiapan yang matang. Saya menyarankan agar setiap langkah yang diambil oleh generasi muda memiliki tujuan yang jelas, bukan sekadar mengejar status atau kepentingan pribadi semata," ujar Isman Naki.

Lebih jauh, ia merangkum kunci kesuksesan dalam tiga kata kunci yaitu Active (Aktif), Creative (Kreatif), dan Contributive (Berkontribusi). Menurutnya, tujuan akhir dari pendidikan tinggi bukan hanya tentang meningkatkan nilai diri sendiri, melainkan bagaimana ilmu tersebut dapat diimplementasikan untuk membangun dan membantu orang lain di daerah asal.

Terkait persiapan administrasi, ia menyarankan agar pendaftar beasiswa tidak menunda-nunda penyiapan dokumen penting. Mengingat tenggat waktu seleksi yang seringkali cukup singkat, persiapan yang dilakukan secara matang sejak jauh-jauh hari akan sangat memudahkan calon pelamar untuk memberikan hasil yang maksimal saat mendaftar nanti.

Menutup obrolan, Isman mengajak seluruh generasi muda di wilayah kepulauan untuk terus belajar, berdoa, dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Kegagalan dalam proses seleksi haruslah dijadikan sebagai pelajaran berharga dan batu loncatan untuk mencoba lagi dengan persiapan yang jauh lebih baik di masa depan. (Julfan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....