Yayasan Anugerah Terindah Gelar MPLS, Tanamkan Karakter dan Kebiasaan Positif

  • 14 Jul 2026 02:45 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL– Yayasan Anugerah Terindah resmi memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari hingga Sabtu mendatang itu diikuti seluruh satuan pendidikan di bawah naungan yayasan, mulai dari TK Anugerah Terindah, SD Alam Anugerah Terindah, SMP Anugerah Terindah, hingga SMA Terpadu Anugerah Terindah.

Sekretaris Yayasan Anugerah Terindah, Fenina Esther Raunsai, mengatakan MPLS bertujuan membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal para guru dan tenaga kependidikan, serta membangun keakraban dengan teman-teman baru.

Menurutnya, pendampingan yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan tahap perkembangan peserta didik, sehingga materi yang diterima siswa TK berbeda dengan siswa SD, SMP, maupun SMA.

"Kami ingin anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan disusun sesuai kebutuhan dan usia peserta didik di setiap jenjang," ujar Fenina.

Ia menjelaskan, untuk jenjang SMP dan SMA, yayasan memberikan perhatian khusus pada pembentukan karakter, etika, serta penguatan nilai-nilai kedisiplinan sesuai pedoman MPLS dari Kementerian Pendidikan.

Salah satu materi utama yang diberikan adalah penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia, yakni bangun pagi, berdoa, berolahraga, sarapan sehat, semangat bersekolah, peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, serta tidur tepat waktu sebagai bagian dari pembentukan karakter positif sejak dini.

Selain materi dari pihak sekolah, yayasan juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi untuk memperluas wawasan peserta didik. Kepolisian memberikan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas, TNI menyampaikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara, sedangkan tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pertolongan pertama, serta mekanisme rujukan pelayanan kesehatan. Gerakan Pramuka turut mengisi kegiatan dengan materi yang menanamkan kedisiplinan, kerja sama, dan kepemimpinan.

Pada akhir kegiatan, peserta didik jenjang SMP dan SMA akan menyusun komitmen bersama sebagai bentuk kesiapan mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun ajaran. Rangkaian MPLS kemudian ditutup dengan kegiatan rekreasi bersama yang bertujuan mempererat kebersamaan antara siswa dan para guru.

Berharap seluruh rangkaian MPLS dapat memberikan pengalaman awal yang menyenangkan bagi peserta didik sehingga mereka lebih siap mengikuti proses belajar mengajar.

"Kami berharap setelah MPLS selesai, anak-anak merasa nyaman berada di sekolah, mengenal guru dan teman-teman baru, serta semakin akrab dengan lingkungan belajar. Dengan demikian, mereka datang ke sekolah dengan rasa senang dan semangat untuk belajar," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....