Hadapi Puncak Kemarau, DKPP Kabupaten Serang Percepat Tanam Padi

  • 14 Jul 2026 06:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, mengimbau petani mempercepat masa tanam sebagai langkah menghadapi musim kemarau.. Percepatan tanam dilakukan selagi ketersediaan air di saluran irigasi masih mencukupi.

Pemerintah juga terus memantau distribusi air ke lahan pertanian. Langkah tersebut diharapkan menjaga produktivitas padi hingga masa panen.

Koordinasi dilakukan bersama Dinas PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai. Perbaikan saluran irigasi di sejumlah wilayah telah dilakukan untuk mengatasi kebocoran dan hambatan aliran air.

Distribusi air menuju hamparan sawah di wilayah Tirtayasa kini mulai kembali lancar. Kondisi itu dimanfaatkan petani untuk segera mengolah lahan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan petani diminta memanfaatkan sisa ketersediaan air sebelum kemarau mencapai puncaknya. Menurutnya, kebutuhan air paling tinggi terjadi pada fase awal pertumbuhan tanaman padi, karena itu percepatan tanam menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kekeringan.

"Menjelang kemarau ini kita manfaatkan air yang masih ada, segera percepat tanam sehingga saat puncak kemarau tanaman sudah mulai berisi dan tidak banyak membutuhkan air," ujarnya Senin 13 Juli 2026.

Sebagai upaya antisipasi, DKPP telah menyalurkan hampir 600 unit pompa air kepada kelompok tani sejak 2024 hingga 2026. Pompa yang terdiri dari ukuran tiga, empat, dan enam inci tersebut tersebar di berbagai kecamatan.

Bantuan diberikan kepada kelompok tani yang memiliki sumber air dari sungai maupun saluran irigasi. Pompa juga dapat dimanfaatkan untuk membuang genangan air saat banjir.

Selain pompanisasi, tahun ini DKPP mengembangkan 52 titik irigasi perpompaan atau airpom. Program tersebut bertujuan menjaga pasokan air ke lahan pertanian selama musim kemarau.

Pemerintah berharap petani dapat memanfaatkan fasilitas itu secara maksimal. Dengan demikian produktivitas pertanian tetap terjaga meski curah hujan menurun.

DKPP Kabupaten Serang juga memperoleh program Optimalisasi Lahan (OPLAH). Program ini memberikan anggaran sebesar Rp4,6 juta per hektare yang dikelola langsung oleh kelompok tani. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki saluran irigasi, membangun jalan usaha tani, menyediakan pompa air, maupun pengeboran air tanah.

Pemanfaatan anggaran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing hamparan pertanian. Pemerintah berharap seluruh langkah tersebut mampu menjaga produksi pangan di Kabupaten Serang selama musim kemarau.

Ketersediaan air menjadi faktor utama dalam mempertahankan produktivitas sawah. Kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan instansi terkait terus diperkuat.

Dengan percepatan tanam dan dukungan infrastruktur, hasil panen diharapkan tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....