Sopi simbol adat Tanimbar, bukan mabuk-mabukan

  • 13 Jul 2026 14:02 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Sopi, minuman tradisional khas Kepulauan Tanimbar, Maluku, sejatinya memegang peranan sakral dalam tatanan kehidupan masyarakat setempat. Keberadaannya melekat erat sebagai pelengkap ritual, bukan sebagai sarana untuk memicu keduniawian atau mabuk-mabukan.

Penegasan tersebut disampaikan oleh salah satu Tokoh Adat Saumlaki, Wilem. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap pergeseran nilai konsumsi sopi yang kerap terjadi di kalangan generasi muda saat ini.

Menurut Wilem, jika menilik pada sejarah dan tradisi leluhur, sopi dipandang sebagai Minuman adat yang dihormati. Kehadirannya menjadi syarat mutlak dalam setiap prosesi formal maupun ritual adat di Tanimbar.

"Waktu dulu, kalau kami melaksanakan atau membuat upacara adat, kami meminum sopi. Namun, konsumsi tersebut dilakukan secara terukur dan penuh rasa hormat, bukan bertujuan untuk mabuk-mabukan. Sopi adalah minuman adat resmi yang sakral bagi kami," ujar Wilem menjelaskan tradisi masa lalu.

Namun, Wilem menyayangkan dinamika sosial yang terjadi di era modern. Ia melihat adanya salah kaprah di kalangan remaja dan pemuda setempat yang menyalahgunakan minuman tradisional tersebut.

Banyak anak muda zaman sekarang yang mengonsumsi sopi secara berlebihan hanya untuk mencari sensasi mabuk. Dampaknya, perilaku tersebut sering kali berujung pada tindakan negatif yang mengganggu ketertiban umum dan memicu kekacauan di tengah masyarakat.

Melalui momentum ini, para tokoh adat berharap adanya kesadaran kolektif dari generasi muda untuk mengembalikan fungsi sopi pada tempatnya yang terhormat. Sopi harus dijaga sebagai bagian dari warisan identitas budaya Tanimbar yang bernilai tinggi, sekaligus memutus stigma negatif akibat penyalahgunaan yang merugikan lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....