Definisi 'Keren' ala Pelajar: Bukan Nongkrong, tapi Peduli Lingkungan
- 12 Jul 2026 05:39 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna – Stigma bahwa anak muda hanya dianggap "keren" jika memiliki kehidupan sosial yang sibuk di tempat nongkrong, perlahan mulai dipatahkan oleh siswi kelas 12 SMA Negeri 1 Tahuna, Mayzerah V. Q. Mocodompis. Ia membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah bentuk ekspresi diri yang jauh lebih inspiratif dan bermakna.
Dalam obrolan program Spada Pro2 RRI Tahuna, Jumat (10/7/2026), Mayzerah yang aktif dalam organisasi Pramuka menekankan bahwa anak muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga bumi demi generasi mendatang. Menurutnya, kesadaran lingkungan bukan hanya sekadar teori, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, dimulai dari skala terkecil di lingkungan sekolah dan rumah.
"Banyak anak muda berpikir keren itu harus selalu mengikuti gaya hidup tertentu. Padahal, keren yang sesungguhnya adalah ketika kita peduli terhadap hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan," ujar Mayzerah.
Ia mencontohkan langkah sederhana seperti membawa tumbler untuk meminimalisir penggunaan botol plastik sekali pakai dan selalu membawa tote bag saat berbelanja. Meski terlihat sederhana, ia meyakini jika dilakukan konsisten oleh banyak orang, hal ini mampu mengurangi limbah plastik secara signifikan hingga 60 hingga 70 persen setiap harinya.
Lebih lanjut, Mayzerah berbagi pengalaman saat dirinya bersama rekan-rekan Pramuka melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan sekolah. Ia seringkali menemukan barang-barang yang tidak seharusnya berada di selokan, seperti sampah elektronik rumah tangga. Hal ini menjadi pengingat baginya bahwa kesadaran personal adalah kunci utama.
"Tantangan terberat adalah mengubah mindset. Banyak anak muda tahu bahwa menjaga lingkungan itu penting, namun belum memiliki keinginan besar untuk melakukan aksi. Padahal, kita tidak perlu menjadi orang besar atau memiliki nama besar untuk melakukan perubahan. Kita bisa mulai dari hal kecil di lingkungan sekitar kita," katanya.
Di akhir dialog, Mayzerah mengajak seluruh generasi muda di Kepulauan Sangihe untuk mendefinisikan ulang arti "keren" dengan menjadi pribadi yang kreatif dalam menjaga kelestarian bumi. Ia berharap gerakan-gerakan kecil ini dapat menjadi kebiasaan yang berdampak besar bagi kesehatan lingkungan di masa depan. (Julfan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....