Harganas Momen Tepat Mencetak Generasi Emas lewat Ketangguhan Keluarga.
- 02 Jul 2026 03:56 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Keluarga kuat, Tanimbar hebat Gaung semangat Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026 menggema di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Saumlaki. Senin, 29 Juni 2026.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar Upacara Peringatan HARGANAS Ke-33 yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah KKT, Brampi Moriolkosu, S.H.
Upacara tahun ini mengusung tema nasional yang tegas sekaligus unik AYAH WAJIB HADIR sebuah seruan untuk mengembalikan peran vital ayah dalam pengasuhan keluarga di era VUCA.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekda Brampi Moriolkosu membacakan Pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI yang sarat pesan strategis.
Hari Keluarga Nasional bukan sekadar baris tanggal di kalender tahunan yang kita peringati dengan berbagai seremonial. Lebih dari itu, hari ini adalah momentum refleksi nasional, sebuah jeda kultural untuk kita semua menengok kembali ke dalam rumah kita masing-masing, ucap Brampi mengawali pidato.
Menteri menegaskan bahwa kita hidup di Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), di mana tantangan ekonomi, disrupsi digital, hingga ancaman siber masuk langsung ke ruang keluarga melalui gawai anak-anak.
"Jika institusi keluarga kita rapuh, jika ketahanan domestik kita keropos, maka arus zaman yang serba tidak menentu ini akan dengan sangat mudah menggilas masa depan anak-anak kita. Ketangguhan keluarga adalah sebuah keharusan mutlak, sebuah urgensi nasional yang tidak boleh ditawar lagi," tegasnya.
Pidato tersebut menyoroti posisi strategis Indonesia yang sedang berada di jendela peluang historis bonus demografi, di mana struktur penduduk didominasi usia produktif (15-64 tahun).
Peluang Emas: Fenomena bonus demografi ini hanya datang satu kali dalam sejarah sebuah bangsa.
Tantangan Nyata Bisa menjadi bencana jika kualitas SDM rendah.
Solusi Mengubah potensi kuantitas menjadi kapital kualitas yang dimulai sejak dini dari dalam rahim ibu dan pengasuhan di dalam keluarga.
Tiga Pilar dan Seruan Tegas Lawan Fatherless Country
Menteri merumuskan tiga pilar utama pembangunan keluarga:
1. Kesehatan: Tuntaskan stunting dan penuhi gizi 100 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
2. Pendidikan Karakter: Keluarga sebagai madrasah pertama penanaman kejujuran, disiplin, dan cinta tanah air.
3. Ketahanan Mental-Spiritual: Jadikan rumah sebagai pelabuhan emosional yang stabil.
Pesan paling keras ditujukan khusus kepada para ayah seIndonesia, Ayah, peran anda di dalam rumah tangga bukan sekadar sebagai mesin pencari nafkah materi. Keterlibatan aktif, kehadiran fisik, dan kedekatan emosional seorang ayah dalam proses pengasuhan anak adalah faktor determinan bagi pembentukan struktur kepribadian dan kestabilan emosi anak-anak kita. Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena ‘fatherless country.
Menteri juga mewanti-wanti bahaya gawai yang tidak terkontrol: Musuh terbesar yang mengancam kehangatan di dalam rumah kita sering kali bukanlah orang asing, melainkan sebuah benda kecil berlayar kaca yang ada di dalam genggaman kita masing-masing. Jangan sampai mindset anak-anak kita dikuasai sepenuhnya oleh gadget.
Menindaklanjuti seruan nasional, Pemda KepulauanTanimbar langsung tancap gas lewat sejumlah aksi nyata di lapangan:
Penandatanganan Pakta Integritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang ditandatangani oleh Sekda Brampi Moriolkosu, Ketua TP-PKK KKT Ny. Sheren Amelinda Jauwerissa, dan seluruh Pimpinan OPD lingkup Pemda Kepulauan Tanimbar.
Apresiasi Pejuang Keluarga: Mitra Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang KKT dan Faskes atas dedikasi mendampingi kesehatan ibu dan anak. Peserta KB Lestari – ibu-ibu teladan yang aktif ber-KB selama 10, 15, dan 20 tahun.
Launching Program Ayah Wajib Hadir Diinisiasi oleh Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana KKT, program ini menjadi implementasi lokal GATI untuk memastikan keterlibatan aktif ayah dalam 1000 HPK, pencegahan stunting, dan pengasuhan positif.
Keluarga bukanlah sekadar unit terkecil dalam masyarakat secara administratif. Keluarga adalah hulu dari semua kebijakan publik, hulu dari semua kesuksesan pembangunan nasional, tutup Sekda membacakan pidato Menteri.
Selamat Hari Keluarga Nasional! Cintai keluarga dengan cinta yang terencana untuk membentuk keluarga berkualitas, Indonesia kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....