Dinkes Sangihe Paparkan 4 Layanan Utama Penanggulangan HIV/AIDS

  • 30 Jun 2026 17:23 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe menjelaskan terdapat empat layanan utama dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, mulai dari promosi kesehatan hingga rehabilitasi dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Dalam acara Dialog Interaktif di Prosatu RRI Tahuna, (30/6/2026), Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dokter Handry Pasandaran, ME, mengatakan layanan pertama adalah promosi kesehatan melalui edukasi kepada seluruh kelompok sasaran sesuai siklus hidup, mulai dari bayi baru lahir, anak-anak, remaja, usia produktif, hingga lansia.

“Layanan kedua yakni upaya preventif melalui pemeriksaan kesehatan, deteksi dini, serta skrining pada kelompok berisiko tinggi guna mencegah penularan lebih lanjut di Masyarakat,”ujarnya.

Sementara layanan ketiga adalah pengobatan, yang dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan fasilitas rujukan seperti rumah sakit pengampu serta Dinas Kesehatan Provinsi. Ia menegaskan bahwa obat HIV tersedia secara gratis, termasuk layanan pemeriksaan laboratorium tanpa biaya bagi masyarakat.

“Obat dan pemeriksaan tidak dipungut biaya dan kami pastikan ketersediaannya,” ucapnya.

Layanan keempat adalah rehabilitasi, yang mencakup perlindungan kerahasiaan identitas pasien, pendampingan sosial, serta upaya agar pasien tetap dapat bekerja dan beraktivitas secara produktif di masyarakat.

“Pentingnya edukasi bagi kelompok berisiko tinggi untuk mengubah perilaku agar tidak terjadi penularan lebih lanjut, termasuk pendampingan untuk alih profesi bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi,”katanya.

Lebih lanjut, Dokter Handry menyampaikan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pendidikan, tokoh agama, hingga media.

“Penyebaran informasi melalui media sosial dan pemberitaan turut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS. Kolaborasi ini penting agar masyarakat lebih sadar dan mau mencari tahu serta memahami HIV dengan benar,”ujar Dr. Handry.

Dinas Kesehatan berharap sinergi lintas sektor dapat memperkuat upaya pencegahan, penanganan, serta pengurangan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Kepulauan Sangihe. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....