Bupati Ricky Jauwerissa Tanggapi Isu dan Tegaskan Dukungan Blok Masela

  • 30 Jun 2026 16:17 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Kehangatan malam di Saumlaki menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., dan Wakil Gubernur, H. Abdullah Vanath,S.Sos, bersama seluruh Pimpinan Forkopimda Provinsi Maluku di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Jumat 26 Juni 2026.

‎Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, memimpin langsung Jamuan Makan Malam yang digelar oleh Pemerintah Daerah KKT di Gedung Enos, Kediaman Bupati Kepulauan Tanimbar.

‎Usai jamuan, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa menjelaskan bahwa kehadiran pucuk pimpinan Maluku beserta jajaran Forkopimda ini sangat krusial untuk melihat langsung upaya mitigasi di lapangan menjelang Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela

‎Yang pasti dari pemerintah daerah berterima kasih dengan adanya kunjungan langsung dari Pak Gubernur beserta seluruh Forkopimda yang bisa mengetahui situasi dan kondisi terkini di Desa Lermatang. Bagaimana harus memitigasi, untuk nantinya groundbreaking yang sampai saat ini beredar informasi bahwa akan didatangi oleh Pak Presiden itu bisa berjalan sukses, aman, dan lancar, katanya.

‎Selain meninjau lokasi utama, rombongan Forkopimda Maluku juga menggelar rangkaian aksi nyata kemasyarakatan di Lermatang, yang meliputi: Bakti Sosial & Penyaluran Bantuan Sosial, Pelayanan Bakti Kesehatan gratis dan peresmian beberapa titik sumur bor air bersih untuk pemenuhan kebutuhan warga.

‎Menjawab pertanyaan media terkait pernyataan Bupati Maluku Barat Daya (MBD) yang mengklaim daerahnya siap menggantikan posisi Tanimbar jika dianggap belum siap menjadi lokasi daratan (onshore) Blok Masela, Ricky Jauwerissa Bupati Kepulauan Tanimbar meresponsnya dengan santai namun bernada tegas.

‎Senyumin aja. Kita senyumin aja. Kita menghargai setiap pendapat, tapi yang pasti masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar siap menerima berkat besar ini. Jadi apa yang disampaikan oleh saya punya kakanda, Bupati MBD, kita senyumin aja,” ungkapnya sembari tersenyum.

‎Pernyataan diplomatis tersebut sekaligus menegaskan komitmen bulat dari jajaran Pemda KKT dan seluruh elemen masyarakat dalam mengawal proyek hulu migas terbesar di Indonesia Timur ini.

‎Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerisssa juga menitipkan pesan mendalam kepada warga Desa Lermatang agar tetap teguh menjaga kondusivitas lingkungan dan tidak mudah terombang-ambing oleh opini yang kontraproduktif.

‎Sesuai dengan apa yang tadi disampaikan oleh Pak Gubernur beserta seluruh Forkopimda, harapannya satu: jangan terprovokasi dengan isu-isu yang tidak mampu dipertanggungjawabkan, karena negara pasti akan menaruh perhatian penuh, katanya.

‎Beliau mengingatkan kembali perjuangan panjang pengalihan skema proyek ini dari laut (offshore) ke darat (onshore). Keputusan tersebut diambil negara semata-mata demi melahirkan efek domino (multiplier effect) yang luas, seperti:

‎Peluang Kerja: Keterlibatan tenaga kerja lokal dalam skala masif;

‎– Ekonomi Rakyat: Hidupnya sektor UMKM dan perputaran uang di daerah;

‎– Kemandirian Wilayah: Percepatan pembangunan infrastruktur penunjang di Tanimbar.

‎Untuk bagaimana Blok Masela ini ketika beroperasi yang dari dulunya di laut dipindahkan ke darat itu untuk bisa melahirkan multiplier effect ke masyarakat,ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....