Antisipasi Demo Warga di PLN Beo, Polres Talaud dan Polsek Perketat Pengamanan
- 10 Jun 2026 22:27 WIB
- Talaud
RRI.CO.ID , Talaud – Seringnya pemadaman listrik di wilayah Unit Layanan Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (ULP PLN) Beo memicu gelombang keluhan dan polemik luas di tengah masyarakat. Frustrasi warga yang kian memuncak akhirnya berujung pada rencana aksi unjuk rasa masif oleh masyarakat Beo Utara bersama berbagai elemen terkait lainnya pada Rabu (10/6/2026).
Menanggapi gejolak tersebut, Manager ULP PLN Beo, Steve Kaunang, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah konkret. Ia berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pengelola mesin pembangkit, PT Nusa Daya, serta pimpinan atas terkait kelengkapan administrasi dan dokumen yang diminta masyarakat. Selain itu, PLN memprioritaskan upaya normalisasi distribusi listrik kepada pelanggan.
"Pihak PLN saat ini sementara melakukan perbaikan terhadap dua unit mesin yang mengalami gangguan di PLTD Beo," ujar Steve.
Di sisi lain, Danny Oktovorus Balanehu selaku perwakilan warga menuntut kepastian dan perbaikan kualitas pelayanan dari pihak PLN. Menurutnya, pemadaman secara kontinu telah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, merusak alat-alat elektronik, hingga melumpuhkan roda perekonomian lokal.
Mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat demonstrasi berlangsung, aparat kepolisian segera mengambil langkah preventif dengan menerjunkan pengamanan berlapis. Aksi massa tersebut dikawal ketat oleh gabungan personel Polres Kepulauan Talaud beserta sejumlah Polsek jajaran, meliputi Polsek Beo, Polsek Rainis, dan Polsek Essang. Kehadiran aparat di lapangan bertujuan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan damai, tertib, dan tidak anarkis.
Pengamanan komprehensif ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kepulauan Talaud, AKP Yakobus Melale, S.H., S.AB., M.M. Dalam menjalankan tugas pengawalan, ia didampingi oleh sejumlah perwira, di antaranya Kasat Intel IPTU Sutarno, Kapolsek Beo IPDA Eiffel Limporo, S.H., Kapolsek Rainis IPTU Hugo Essing, dan Kapolsek Essang IPDA Sumendap Sasoloa.
AKP Yakobus Melale menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh mengawal jalannya penyampaian aspirasi agar tetap berada di koridor hukum. Ia mengimbau warga yang berdemonstrasi untuk menjaga ketertiban, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari segala bentuk tindakan anarkis yang dapat merugikan fasilitas umum maupun kepentingan masyarakat luas.
"Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan langkah preventif guna memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Kami memahami betul apa yang menjadi keluhan warga terkait pemadaman listrik, namun kami juga berkewajiban menjaga stabilitas keamanan dan melindungi fasilitas publik," tegas AKP Yakobus.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi unjuk rasa dilaporkan aman dan kondusif. Aparat berwajib tetap bersiaga melakukan pengamanan serta pemantauan ketat di lokasi dan area sekitarnya guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....