Perhatian Pemerintah Dinilai Penting bagi Masyarakat Marore Pasca Bencana
- 11 Jun 2026 04:42 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID,Tahuna - Perhatian pemerintah pusat dinilai sangat penting bagi wilayah perbatasan seperti di Kecamatan Khusus Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Camat Marore, Marco Sasiang, dalam Rapat Mitigasi Penanganan Bencana yang berlangsung di ruang serbaguna Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe, Selasa 9 Juni 2026.
Marco Sasiang, menjelaskan hingga saat ini Marore belum pernah mendapatkan kunjungan khusus dari pejabat negara seperti Presiden, Menteri maupun Gubernur. Bagi masyarakat di perbatasan, kehadiran setiap pejabat negara menunjukan negara hadir.
Menurut Sasiang Marore memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wilayah perbatasan negara. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar, Marore termasuk salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar juga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
"Selain menghadapi berbagai keterbatasan sebagai wilayah kepulauan, masyarakat perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan negara,"ujar Marco.
Marco berharap momentum bencana yang terjadi saat ini dapat menjadi perhatian semua pihak, sehingga keberadaan Marore semakin diperhatikan dalam berbagai program pembangunan dan penanganan kebencanaan.
"Marore bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan bagian penting dari kepentingan nasional yang memerlukan dukungan dan perhatian memadai dari pemerintah pusat,"ujarnya.(Jumel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....