Kepala KP2KP  Kunjungi BPI Bahas Peluang Kerja

  • 10 Jun 2026 13:02 WIB
  •  Saumlaki

RRI.COID, Saumlaki - Suaasana kekeluargaan warnai kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Saumlaki, Zaenal Arifin di kantor PT Bangkit Prestasi Insani (BPI). Di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Saumlaki Utara, Kecamatan Tanimbar Selatan, Jumat (05/06/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang diskusi strategis mengenai pengembangan sumber daya manusia, pengurangan angka pengangguran terbuka, kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi investasi industri.

Juga, implikasi perpajakan yang akan muncul seiring bertumbuhnya aktivitas ekonomi . Di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Komisaris PT Bangkit Prestasi Insani (BPI), Franky Noya pada kesempatan itu menyebut, angka pengangguran terbuka di Tanimbar diperkirakan masih berada pada kisaran lima ribu orang.

Kondisi ini tak bisa dianggap main-main, karena jumlah pengangguran yang cukup tonggi. Karena itu, berbagai program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja tengah disiapkan sebagai bagian dari upaya mengurai persoalan tersebut secara bertahap.

“Kami sudah mapping semaksimal mungkin. Karena itu kami mencoba mengurai angka pengangguran terbuka di Tanimbar dan kontraknya itu tiga tahun,” ujarnya.

Ia mengaku, BPI tidak hanya tertuju pada kebutuhan tenaga kerja yang berkaitan langsung dengan pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela. Tetapi juga pada sektor-sektor pendukung yang memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

BPI telah merancang konsep pengembangan lima klaster industri yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Dalam jumlah besar.

Kaster yang disiapkan mencakup sektor pangan, peternakan, pertanian, dan perikanan. Yang nantinya akan menopang kebutuhan industri berskala besar yang berkembang di Tanimbar.

Ia mengatakakan, pembangunan kapasitas tenaga kerja tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan proyek migas. Tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

Komisaris BPI menhatakan, program yang disusun mencakup seluruh lini pekerjaan. Mulai tenaga teknis dasar hingga level Manajerial.

“Semuanya, Jadi kita mau berdayakan orang lokal sekaligus memberikan sertifikasi untuk membuka peluang kerja," katanya.

Dikatakannya, setiap peserta tidak hanya dibekali kompetensi teknis sesuai bidang pekerjaannya. Tetapi juga pendidikan karakter dan kesiapan menghadapi budaya kerja industri modern.

"Mulai yang bersertifikat formal, pelatihan sertifikat kompetensi sesuai bidangnya. Setelah itu ada pembinaan karakter yang diberikan secara berjenjang,” ucapya.

Komisaris BPI juga mengatakan, program tersebut memiliki cakupan yang lebih luas dan tidak bergantung sepenuhnya pada dimulainya produksi migas.

“Kita prinsipnya siapkan SDM. Mungkin empat tahun lagi, Kita bicara kebutuhan yang lebih luas dari itu,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, fase konstruksi besar diperkirakan mulai berlangsung menjelang akhir 2027 dan akan membuka peluang kerja dalam jumlah besar bagi tenaga kerja yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Sementara itu, Kepala KP2KP Saumlaki, Zaenal Arifin, menyoroti aspek administrasi perpajakan yang akan muncul seiring bertambahnya jumlah tenaga kerja dan aktivitas ekonomi di daerah.

Ia menyebut, pihaknya ingin memperoleh gambaran yang utuh terkait pola rekrutmen dan model bisnis yang dikembangkan BPI. Agar dapat memberikan pendampingan perpajakan secara tepat.

"Saya diperintahkan pimpinan, coba koordinasikan dengan BPI. Intinya kami bisa mendapatkan informasi yang utuh,” kata Kepala KP2KP Zaenal Arifin.

Bagi BPI, pengembangan sumber daya manusia bukan sekadar proyek pelatihan. Melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Tanimbar.

Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di industri migas nasional dan internasional. Komisaris BPI optimis kesiapan tenaga kerja lokal akan menjadi faktor penting dalam menentukan sejauh mana masyarakat Tanimbar dapat menikmati manfaat dari berbagai investasi yang masuk ke daerah tersebut.

Pertemuan antara BPI dan KP2KP Saumlaki menjadi penanda, pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang proyek dan infrastruktur, tetapi juga tentang menyiapkan manusia yang akan menjadi pelaku utama pembangunan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....