Masyarakat Kepulauan Talaud Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

  • 28 Mei 2026 22:26 WIB
  •  Talaud

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Talaud : Berdasarkan pengamatan citra satelit Himawari-9 BMKG pada 27 Mei 2026 pukul 09.50 UTC serta kondisi terkini di wilayah Sulawesi Utara, terdeteksi adanya pertumbuhan awan konvektif tebal jenis Cumulonimbus yang cukup aktif di sekitar wilayah utara Sulawesi, termasuk wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Indikasi warna merah, jingga, hingga putih pada citra satelit tersebut menunjukkan suhu puncak awan yang sangat dingin, menandakan bahwa awan hujan telah berkembang sangat tinggi dan membawa potensi kuat terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang serta petir.

Untuk beberapa wilayah di Talaud seperti Melonguane, Beo, dan Lirung, BMKG memprakirakan kondisi hujan ringan hingga sedang yang berpeluang berkembang menjadi hujan petir pada siang hingga sore hari. Selain curah hujan, kecepatan angin di daratan juga terpantau cukup kuat berkisar antara 14 hingga 19 kilometer per jam dengan hembusan yang jauh lebih kencang di wilayah perairan sekitarnya.

Kondisi cuaca yang memburuk ini dipicu oleh akumulasi beberapa faktor atmosfer, antara lain adanya aktivitas gelombang atmosfer serta Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara signifikan meningkatkan pembentukan awan hujan.

Fenomena ini diperparah oleh tingginya kandungan uap air di wilayah Sulawesi Utara serta pertumbuhan awan Cumulonimbus yang sangat masif di sekitar perairan Laut Maluku dan wilayah utara Sulawesi.

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud bersama BMKG meminta seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan bersama.

Warga diharapkan selalu waspada terhadap bahaya pohon tumbang serta kerusakan atap rumah akibat terpaan angin kencang. Selain itu, para nelayan dan pelaku aktivitas bahari diminta untuk menghindari aktivitas di laut untuk sementara waktu karena tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai 1,8 hingga 2,2 meter.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap siaga mengantisipasi potensi banjir lokal dan tanah longsor di wilayah-wilayah rawan, segera mengamankan barang-barang berharga di luar rumah, serta membatasi perjalanan jarak jauh selama hujan lebat masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....