Duta Stunting Sangihe Dukung Program MBG

  • 01 Mei 2026 07:38 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Dalam program Magota Bacirita Siaran Berjaringan Korwil V, RRI Gorontalo bersama sejumlah stasiun RRI di wilayah Sulawesi memberikan kesempatan kepada para pendengar dari berbagai daerah untuk berinteraksi dengan narasumber Duta Cegah Stunting Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jeissel dan Joy, Kamis 30 April 2026.

Acara tersebut disiarkan secara berjaringan melalui Pro 1 RRI Tahuna, Pro 1 RRI Talaud, Pro 4 RRI Manado, dan Pro 4 RRI Gorontalo, sehingga menjangkau pendengar lintas daerah di wilayah Korwil V.

Dalam sesi tanya jawab, RRI Talaud menanyakan terkait jumlah kasus stunting di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menjawab pertanyaan itu, Jeissel menyampaikan bahwa berdasarkan data yang ada, terdapat sekitar 509 balita yang diukur, dengan 86 anak mengalami stunting atau sekitar 1,60 persen.

Jeissel menjelaskan, data tersebut merupakan akumulasi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan pada tahun 2026 angka stunting di daerah itu menunjukkan tren penurunan.

Pertanyaan berikutnya datang dari RRI Manado yang menanyakan perubahan yang dirasakan keduanya sebelum dan sesudah menjadi Duta Cegah Stunting.

Jeissel mengaku kini lebih percaya diri berbicara di depan umum setelah mengikuti pemilihan duta di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Hal senada disampaikan Joy. Ia mengaku sebelumnya masih merasa malu tampil di hadapan banyak orang, namun setelah menjadi duta, dirinya dituntut untuk lebih berani berbicara dan bertanggung jawab dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Joy, peran sebagai Duta Cegah Stunting membuat dirinya harus aktif menyosialisasikan pentingnya pencegahan stunting kepada remaja, calon orang tua, hingga masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, narasumber juga menanggapi pertanyaan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kaitannya dengan penanganan stunting. Jeissel menyatakan sangat mendukung program tersebut karena membantu pemenuhan gizi seimbang bagi anak melalui asupan karbohidrat, protein, dan mineral.

Joy menambahkan, pemenuhan gizi seimbang sejak usia remaja penting dilakukan sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini, terutama bagi calon orang tua agar anak di masa depan tidak mengalami kekurangan gizi.

Selain itu, keduanya mengungkapkan bahwa penyebab utama stunting di Kabupaten Kepulauan Sangihe tidak hanya karena kurangnya pengetahuan ibu terkait gizi, tetapi juga tingginya paparan asap rokok pada anak. Karena itu, edukasi melalui kegiatan posyandu remaja, posyandu balita, hingga posyandu lansia terus didorong untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting sejak usia 0 hingga 2 tahun.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....