Program Pesantren Rutan Pandeglang Tekan Pelanggaran WBP
- 28 Apr 2026 11:45 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Program pembinaan berbasis keagamaan di Rutan Kelas 2B Pandeglang menunjukkan dampak signifikan terhadap perubahan perilaku Warga Binaan Permasyarakatan (BWP). Konsep pesantren terpadu menjadi salah satu strategi utama dalam menanamkan nilai moral dan spiritual.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Pandeglang, Bayu Anggoro Krisna Pati, menjelaskan bahwa pendekatan spiritual dinilai efektif menyentuh akar persoalan. “Pendekatan spiritual adalah obat paling mujarab untuk menyentuh akar permasalahan,” ujarnya kepada RRI, Senin, 27 April 2026.
Program ini menghadirkan kegiatan rutin seperti pengajian, pembelajaran Al-Qur’an, hingga keterlibatan tokoh agama lokal. Warga binaan dibimbing layaknya santri, sementara petugas berperan sebagai pembimbing moral. Pola ini menciptakan suasana pembinaan yang lebih alami dan tidak terkesan memaksa.
Hasilnya terlihat dari penurunan pelanggaran disiplin di dalam rutan. Warga binaan yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan cenderung lebih patuh terhadap aturan dan menunjukkan sikap saling menghormati. Selain itu, kemampuan membaca Al-Qur’an dan pelaksanaan ibadah juga meningkat secara signifikan.
Bayu menambahkan, perubahan pola pikir menjadi indikator penting keberhasilan program ini. “Kami melihat adanya peningkatan stabilitas emosional dan ketenangan batin pada warga binaan,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi dasar untuk mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana. Program pesantren ini juga mendapat respons positif dari keluarga warga binaan.
Perubahan sikap yang lebih santun menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan. Rutan Pandeglang menilai pendekatan keagamaan mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun pribadi yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....