Ikan Olahan di Sangihe Didorong Masuk MBG

  • 07 Apr 2026 18:35 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Kepala Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Muchaerany Labora, menjeelaskan salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin kemitraan dengan NJO serta penjaga laut dalam upaya menjaga keamanan dan kelestarian wilayah perairan.

Menurutnya, nelayan tidak hanya berperan sebagai pencari ikan, tetapi juga menjadi sumber informasi penting terkait kondisi dan aktivitas di laut.Nelayan kita memiliki peran ganda, selain sebagai penopang ketahanan pangan, juga menjadi mitra dalam memberikan informasi terkait keberadaan dan kondisi laut,” ujar Labora dalam dialog interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Senin 6 April 2026.

Ia menambahkan, pengawasan laut tetap menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.Beberapa waktu lalu, kata dia, telah dibangun komitmen bersama yang diprakarsai oleh salah satu NJO di Tahuna Beach Hotel untuk menjaga kelestarian laut secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut juga melibatkan nelayan yang bekerja sama langsung dengan para stakeholder di lapangan guna memastikan pengelolaan sumber daya laut berjalan optimal.

Di sisi lain, Labora mengakui bahwa sektor pengolahan pasca tangkap di Sangihe masih perlu dibenahi karena rendahnya produk olahan perikanan yang mampu menembus pasar lokal.

Sebagai strategi ke depan, pihaknya mendorong pelaku UMKM perikanan untuk berkolaborasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar produk olahan ikan lokal dapat menjadi bagian dari distribusi pangan nasional.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada kelompok perikanan yang menyuplai bahan baku ikan tuna untuk program MBG, dan ke depan diharapkan lebih banyak produk olahan lokal dapat terlibat.

Labora juga menekankan bahwa tantangan utama sektor perikanan tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada akses pasar yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan kesiapan infrastruktur pendukung.

Ia menilai, pertumbuhan sektor perikanan akan signifikan apabila didukung oleh iklim usaha yang baik serta ketersediaan sarana prasarana yang memadai.

Dengan mayoritas masyarakat Sangihe berprofesi sebagai nelayan, sektor perikanan dinilai tetap menjadi penggerak utama ekonomi daerah yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....