Jumat Agung, Umat Diajak Hayati Makna Sengsara Yesus Kristus
- 03 Apr 2026 20:42 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen, mengajak umat untuk menghayati makna sengsara dan wafat Yesus Kristus dalam peringatan Jumat Agung.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Mimbar Agama Katolik di Pro 1 RRI Tahuna,(3/4/2026).
Peristiwa sengsara Yesus terjadi pada saat perayaan Paskah di Yerusalem, ketika kota dipenuhi peziarah dan berada dalam pengawasan ketat penguasa Romawi. Dalam situasi tersebut, setiap gerakan yang berpotensi memicu kerusuhan atau pemberontakan diawasi dengan ketat.
“Pada saat itulah, Yesus ditangkap di Taman Getsemani setelah dikhianati oleh Yudas Iskariot dan kemudian dihadapkan kepada para pemimpin agama Yahudi dan akhirnya dibawa kepada Pontius Pilatus,” ujarnya.
Dalam sistem hukum saat itu, hanya otoritas Romawi yang memiliki kewenangan untuk menjatuhkan hukuman mati. Karena itu, keputusan penyaliban berada di tangan Pilatus.
“Penyaliban merupakan bentuk hukuman mati yang sangat kejam dalam Kekaisaran Romawi, yang biasanya dijatuhkan kepada pemberontak, budak yang melawan tuannya atau pelaku kejahatan berat. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus diperlakukan seperti seorang pemberontak dalam pandangan kekuasaan politik saat itu,”ujarnya.
Namun demikian, penginjil Yohanes menggambarkan peristiwa ini secara khas. Di tengah penderitaan Yesus tetap tampil sebagai pribadi yang berdaulat atas segala yang terjadi.
“Di kayu salib, Ia berkata sudah selesai, yang menandakan bahwa karya keselamatan Allah telah mencapai kepenuhannya,”ucapnya.
Melalui peringatan Jumat Agung, umat Katolik diharapkan semakin memahami makna pengorbanan dan kasih Allah, serta menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....