Sagu Indikator Kemiskinan, Anggota DPRD Sangihe Mengecam BPS
- 26 Feb 2026 13:17 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Pangan lokal berupa sagu sering dikaitkan dengan salah satu indikator kemiskinan atau mengukur tingkat kerentanan sosial ekonomi dalam menentukan garis kemiskinan.
Tentunya indikator tersebut sangat bertentangan dengan budaya konsumtif pangan lokal masyarakat di perbatasan kabupaten kepulauan Sangihe.
Ketua Komisi II DPRD Sangihe, Max Pangimangen, kepada RRI.CO.ID Kamis, 26 februari 2026, mengecam persepsi yang menyatakan bahwa sagu indikator kemiskinan.
| Baca juga: Dua Legislator PKB Hadiri Harlah NU Sangihe |
Bahkan Legislator dari Partai Gerindra itu merasa tersinggung jika mengkonsumsi sagu dijadikan sebagai penanda masyarakat berpenghasilan rendah atau miskin.
Sebab di daerah kabupaten kepulauan Sangihe sagu merupakan makanan leluhur yang sifatnya harus diwariskan turun temurun.
"Saya tidak sependapat bahkan mengecam catatan BPS yang menyatakan bahwa sagu menjadi makanan indikator kemiskinan," ujarnya.
Ia menyatakan, masih banyak masyarakat strata kehidupan sosialnya lebih tinggi justru sering mengkonsumsi makanan sagu.
Selain itu, badan pangan nasional menegaskan bahwa sagu menjadi makanan alternatif pengganti beras yang sama hakekatnya dalam pemenuhan gizi bagi masyarakat.
"Indikator kemiskinan yang dikait-kaitkan dengan sagu, saya (Pangimangen) pikir itu perlu ditinjau kembali," terangnya. (AM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....