Menang Atas Pencobaan Dengan Firman Allah

  • 22 Feb 2026 19:43 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Minggu Prapaskah I menjadi awal perjalanan rohani umat Kristiani memasuki masa Paskah. Dalam minggu ini, gereja mengajak umat merenungkan peristiwa kisah Yesus yang dibawa Roh ke padang gurun dan dicobai oleh iblis setelah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, sebagaimana dikisahkan dalam Injil Lukas 4:1-13.

Dalam renungannya, Suster M. Natalia Natasian PBHK menjelaskan hal itu dalam Mutiara Pagi Katolik Minggu 21 Februari 2026 dengan tema "Menang Atas Pencobaan Dengan Firman Allah". Ia mengatakan bahwa kisah Yesus di padang gurun bukan sekadar cerita penderitaan, melainkan sebuah perlombaan rohani. Padang gurun menjadi tempat pembentukan iman, tempat Yesus menunjukkan kesetiaan penuh kepada Bapa di tengah pencobaan.

‘’Yesus sungguh lapar setelah berpuasa selama empat puluh hari. Namun, ia tidak tergoda oleh solusi instan, janji gemerlap, ataupun keinginan untuk membuktikan diri,’’ ungkap Suster Natalia.

Menurut Suster Natalia, Injil Minggu Prapaskah I mengajak umat untuk masuk ke padang gurun bersama Yesus. Bukan untuk mencari penderitaan, melainkan untuk belajar menang atas pencobaan. Yesus, meskipun sungguh manusia, tidak menyerah pada godaan iblis. Ia tetap berpegang pada Firman Allah yang memberi hidup.

Ia menjelaskan pencobaan yang dialami Yesus juga sangat dekat dengan kehidupan manusia masa kini. Godaan untuk mencari kepuasan cepat sering kali membuat manusia semakin haus. Godaan untuk membuktikan diri di hadapan orang lain dan mengejar pengakuan manusia kerap menggeser kerinduan akan pengakuan Allah. Bahkan, godaan untuk tunduk pada kuasa duniawi yang menjanjikan kesenangan sementara terus hadir dalam berbagai bentuk.

‘’Yesus menunjukkan bahwa kemenangan atas pencobaan bukan berasal dari kekuatan diri sendiri, tetapi dari kelekatan pada Firman Allah yang hidup dan benar,’’ tambahnya.

Melalui Firman, Yesus menjaga hati-Nya agar tidak berpaling kepada diri sendiri, kepada dunia, atau kepada apapun yang memisahkan manusia dari kasih Allah. Sikap inilah yang menjadi teladan bagi umat dalam menjalani masa Prapaskah.

Menutup renungannya, Suster Natalia mengingatkan, masa Prapaskah mengundang umat untuk melihat kembali “padang gurun” dalam hidup masing-masing, tempat di mana pencobaan sering muncul secara halus namun menggoda. Di sanalah umat diajak untuk belajar setia, bersandar pada Firman, dan mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah.

‘’Minggu Prapaskah I mengingatkan kita bahwa perjalanan iman adalah perjalanan untuk menang bersama Allah, bukan dengan kekuatan kita sendiri,’’ ujarnya.

Masa Prapaskah pun menjadi kesempatan berharga bagi umat untuk memperdalam iman, memperkuat relasi dengan Allah, dan mempersiapkan hati yang diperbarui.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....