Strategi Transmigrasi Baru Tinggalkan Paradigma Lama

  • 22 Feb 2026 14:05 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kementerian Transmigrasi melakukan reposisi kebijakan dengan meninggalkan sistem pemindahan penduduk secara konvensional. Pendekatan baru ini lebih mengedepankan aspek kualitas dibandingkan kuantitas orang yang dimobilisasi antar-pulau. Transformasi kebijakan tersebut bertujuan menciptakan daerah otonomi baru yang mandiri dan memiliki produktivitas tinggi.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan, perpindahan orang tanpa dibekali keahlian tidak akan membawa perubahan bagi daerah tujuan. Menurutnya program transmigrasi kini didesain agar setiap individu yang berangkat memiliki bekal kemampuan khusus sesuai kebutuhan lokal.

"Langkah ini dipandangnya sebagai cara paling efektif untuk membangun daerah dengan standar kehidupan yang lebih baik," saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Sabtu, 21 Februari 2026.

Sinkronisasi visi pembangunan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki perhatian pada kualitas sumber daya manusia. Kementerian Transmigrasi membuka ruang diskusi bagi para pakar dan tokoh guna memperkaya perspektif pembangunan kewilayahan.

"Kami sangat meyakini pembangunan nasional sokong ungunya adalah pembangunan manusianya. Yang dipindahkan itu adalah SDM unggul supaya bisa membangun daerahnya," kata Iftitah.

Iftitah mengatakan mekanisme seleksi peserta transmigrasi kini menjadi lebih ketat guna menjaring bibit unggul yang siap berakselerasi di lapangan. Kementerian Transmigrasi melakukan pelatihan intensif kepada calon transmigran agar mereka memiliki kesiapan mental dalam menghadapi lingkungan baru. Keberlanjutan program ini menjadi komitmen pemerintah dalam menjaga keutuhan dan kemajuan ekonomi nasional.

Pengawasan berkala pun dilakukan untuk mengevaluasi dampak sosial dan ekonomi dari penerapan Transmigrasi Patriot di berbagai titik lokasi. Iftitah mengatakan keberhasilan pembangunan di wilayah terluar menjadi tolok ukur utama bagi efektivitas kebijakan baru ini. Pemerintah yakin perubahan pola pikir ini akan membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang lebih merata.

"Transmigrasi punya potensi besar agar kita bisa mengembangkan potensi wilayah bukan hanya di Jawa, baik di bidang pertanian, tambang, pariwisata, maupun industri," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....