Anak Perbatasan Belum Rasakan Makan Bergizi Gratis
- 11 Feb 2026 21:08 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna : “ Bapak apa itu Makan Bergizi Gratis (MBG)?” Pertanyaan balik itu terucap dari bibir lugu anak-anak di pulau terluar, saat tim reporter RRI Tahuna menelusuri kepulauan Nusa Tabukan kabupaten kepulauan Sangihe. Menjangkau pulau Tinakareng dan pulau sekitar, padahal hanya sekitar satu jam menggunakan perahu pamboat dari pelabuhan Petta. Artinya di pulau terluar itu masih berada di ring satu di kota Tahuna. Namun realita di lapangan anak-anak pulau di perbatasan tidak tahu arti MBG. Apa lagi aroma dan cita rasa makan bergizi gratis yang menjadi program presiden Prabowo.
“Sejak program pemberian MBG, anak-anak sekolah di sini belum pernah mendapat makanan bergizi gratis” kata mantan kepala desa pulau Tinakareng Uthan Dolonsana.
Penjelasan yang sama disampaikan guru SD Tinakareng yang tidak ingin disebutkan namanya.

Walaupun anak-anak sekolah di pulau Tinakareng tidak merasakan MBG, namun mereka tetap terlihat sehat. Di bawah terik matahari membakar kulit saat jam istirahat, mereka terus bermain di sekitar sekolah seakan tidak merasakan apa - apa. Alam penuh tantangan, seperti telah membentuk karakter anak - anak di pulau terluar tetap tersenyum dan bertahan ditengah keterbatasan asupan gizi yang disediakan pemerintah.

Seiring matahari semakin condong ke barat pada Selasa 10 Februari 2026, tim liputan RRI Tahuna mohon pamit meninggalkan pulau Tinakareng. Di bawa pohon ketapang di halaman masjid kami berteduh, suara dan alunan ombak makin membesar memukul pasir putih dan tanggul pemecah ombak. Sejauh mata memandang, laut mulai memutih. Tetapi anak - anak seakan tidak merelakan kami pergi meninggalkan mereka. Waktu yang singkat ternyata dapat mengikat hubungan batin dengan anak - anak di pulau terluar.
“Kaka, datang lagi di sini ya” sambil mereka tersenyum dan melambaikan tangan tanda untuk berpisah.
Senyum dan kata yang lugu terucap dari anak - anak sekolah di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebagai pesan mereka butuh perhatian seperti anak didik di kota yang dapat menikmati Makanan Bergizi Gratis. (Anton L).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....