Menolak Punah, Tradisi Ngobeng Sumatra Selatan Terus Rekatkan Persaudaraan

  • 17 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah gempuran tren modernisasi dan praktisnya sistem makan prasmanan, masyarakat Sumatra Selatan justru makin gencar merawat warisan leluhur mereka yang bernama tradisi Ngobeng. Tradisi makan bersama yang sarat akan nilai gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal wong Palembang tidak lekang oleh waktu.

Secara historis, Ngobeng merupakan metode menghidangkan makanan dalam acara kenduri, seperti pernikahan atau khitanan, dengan cara mengoper piring secara estafet. Uniknya, prosesi estafet berantai ini dilakukan oleh sekelompok pria yang berdiri sejajar demi memastikan hidangan sampai ke meja tamu dengan cepat dan penuh hormat.

Saat penyajian dimulai, para tamu akan duduk lesehan secara melingkar di atas lantai yang telah dialasi kain persegi empat khusus. Setiap lingkaran atau kelompok makan ini idealnya diisi oleh delapan orang tamu tanpa memandang kasta atau strata sosial mereka.

Di tengah lingkaran tersebut, sebuah dulang atau nampan kayu berukuran besar diletakkan sebagai pusat dari seluruh hidangan. Dulang ini berisi nasi minyak atau nasi putih hangat yang dikelilingi oleh piring-piring kecil berisi lauk-pauk khas Palembang.

Menu wajib yang tidak boleh absen dalam prosesi ini di antaranya adalah malbi daging yang manis, opor ayam gurih, serta sambal nanas yang segar. Seluruh makanan tersebut disantap langsung menggunakan tangan kosong tanpa sendok, demi mengikuti sunah sekaligus menjaga kedekatan antar-sesama.

Filosofi utama dari Ngobeng adalah memuliakan tamu agar mereka tidak perlu lelah berdiri atau mengantre panjang demi mendapatkan makanan. Lebih dari itu, duduk bersila dan berbagi wadah yang sama secara otomatis meluruhkan sekat perbedaan ego serta mempererat tali silaturahmi.

Meski kini sebagian generasi muda mulai merasa asing dengan kebiasaan lama ini, berbagai komunitas adat dan pemerintah daerah terus berupaya menghidupkannya kembali. Upaya pelestarian Ngobeng menjadi komitmen penting agar identitas kultural Sumatra Selatan tetap tegak berdiri sebagai pemersatu bangsa.

Sumber
  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI(Warisan Budaya Takbenda: Ngobeng).
  2. Jurnal Kebudayaan Universitas Sriwijaya (Penelitian Nyimas Umi Kalsum mengenai sejarah dan nilai karakter tradisi Ngobeng).
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....