Circle of Control Bantu Anak Muda Hadapi Tantangan Kehidupan Modern

  • 17 Jul 2026 21:41 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO. ID, Banda Aceh – Generasi muda diajak untuk lebih memahami konsep circle of control atau lingkar kendali sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan berfokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, anak muda dinilai mampu mengurangi kecemasan, mengambil keputusan yang lebih bijak, dan membangun kehidupan yang lebih bermakna.

Pesan tersebut disampaikan Bunda Dayah, Founder KAHFIS, dalam program Siaran OSSI (Obrolan Seru Santai Islam) RRI Programa 2 Banda Aceh, Kamis (16/7/2026), bertajuk "Anak Muda Kenali Circle of Control Hidup Yuk."

Menurut Bunda Dayah, tidak sedikit anak muda yang menghabiskan energi untuk memikirkan hal-hal di luar kendali, seperti penilaian orang lain, masa lalu, ataupun kondisi yang tidak dapat diubah. Padahal, Islam mengajarkan umatnya untuk berikhtiar secara maksimal pada hal-hal yang menjadi tanggung jawab pribadi, kemudian bertawakal kepada Allah atas hasilnya.

"Setiap manusia memiliki ruang kendali dalam hidupnya, yaitu cara berpikir, sikap, pilihan, usaha, dan respons terhadap setiap peristiwa. Ketika kita fokus pada hal-hal tersebut, hidup akan terasa lebih tenang dan terarah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep circle of control mengajak seseorang membedakan persoalan yang benar-benar berada dalam kendalinya dengan persoalan yang hanya dapat dipengaruhi atau bahkan sama sekali tidak dapat dikendalikan. Konsep ini dipopulerkan oleh Stephen R. Covey melalui pemikiran tentang Circle of Concern, Circle of Influence, dan Circle of Control.

Dalam perspektif Islam, lanjutnya, setiap muslim diperintahkan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh tanpa larut dalam kekhawatiran terhadap sesuatu yang berada di luar kuasanya. Sikap tersebut akan melahirkan pribadi yang lebih sabar, bersyukur, serta memiliki ketahanan mental dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Bunda Dayah juga mengingatkan bahwa perkembangan media sosial sering membuat anak muda mudah membandingkan diri dengan orang lain. Akibatnya, muncul rasa minder, cemas, hingga kehilangan kepercayaan diri karena terlalu fokus pada kehidupan orang lain yang sebenarnya tidak berada dalam kendalinya.

"Daripada sibuk mengatur hidup orang lain atau memikirkan komentar yang belum tentu benar, lebih baik memperbaiki kualitas diri, memperbanyak amal saleh, dan terus meningkatkan kemampuan yang kita miliki," katanya.

Ia menambahkan bahwa membangun kebiasaan mengevaluasi diri setiap hari menjadi salah satu langkah sederhana untuk memperkuat circle of control. Evaluasi tersebut dapat dimulai dengan menanyakan apa yang sudah dilakukan hari ini, apa yang bisa diperbaiki, serta langkah positif yang dapat dilakukan esok hari.

Melalui siaran tersebut, pendengar, khususnya kalangan muda, diharapkan mampu memahami bahwa kebahagiaan dan ketenangan hidup tidak bergantung pada kemampuan mengendalikan segala sesuatu. Sebaliknya, keduanya lahir ketika seseorang mampu mengelola pikiran, tindakan, dan responsnya sendiri, seraya menyerahkan hasil akhir kepada Allah SWT. Dengan cara itu, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, produktif, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....