Festival Sastra dan Sarasehan Budaya Perkuat Pelestarian Tradisi dan Literasi

  • 17 Jul 2026 13:08 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Festival Sastra dan Sarasehan Budaya menjadi ruang pertemuan bagi para pegiat seni, budayawan, akademisi, sastrawan, serta masyarakat untuk bersama-sama merawat dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Kegiatan ini menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari pembacaan karya sastra, diskusi budaya, hingga pertunjukan seni tradisional yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal.

Melalui festival ini, sastra diposisikan sebagai media untuk merekam perjalanan sejarah, menyampaikan pesan moral, sekaligus memperkenalkan identitas budaya kepada generasi muda. Beragam karya yang ditampilkan menjadi cerminan kehidupan masyarakat serta memperkuat semangat pelestarian bahasa dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Sarasehan budaya yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut menghadirkan dialog interaktif mengenai tantangan pelestarian budaya di era digital. Para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus mendorong lahirnya karya-karya sastra yang relevan dengan perkembangan masa kini.

Selain menjadi ajang bertukar gagasan, festival ini juga membuka ruang apresiasi bagi para penulis, seniman, dan pelaku budaya untuk menampilkan kreativitas mereka kepada masyarakat. Kehadiran berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kegiatan yang mengangkat nilai-nilai budaya dan literasi.

Salah seorang peserta Titik Surya, mengaku kegiatan seperti ini memberikan pengalaman berharga karena tidak hanya menambah wawasan tentang sastra dan budaya, tetapi juga mempererat hubungan antar komunitas. Menurutnya, festival menjadi wadah yang efektif untuk mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda melalui pendekatan yang menarik dan edukatif. Jumat, 17 Juli 2026.

Panitia penyelenggara berharap Festival Sastra dan Sarasehan Budaya dapat menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat ekosistem literasi, melahirkan karya-karya kreatif, serta mendorong masyarakat untuk semakin mencintai bahasa, sastra, dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....