Menggunakan Bahasa Sederhana, Cerita Anak Harus Memiliki Nilai Positif

  • 15 Jul 2026 08:31 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menulis cerita anak yang ramah anak dan berbasis kearifan lokal melalui Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Palembang. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa cerita anak bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari karya sastra yang disusun sesuai perkembangan bahasa dan psikologi anak.

Penelaah Teknis Kebijakan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Sari Herleni mengatakan cerita anak merupakan karya sastra yang wajib memiliki unsur pembangun seperti tokoh, latar, sudut pandang, dan amanat. Namun, seluruh unsur tersebut harus disesuaikan dengan dunia anak.

"Cerita anak memang ditujukan khusus untuk anak. Bahasa yang digunakan harus sederhana, mudah dipahami, serta mempertimbangkan perkembangan psikologis dan pengalaman sehari-hari anak," ujarnya dalam bincang di RRI, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Sari Herleni, cerita anak tidak boleh menggunakan pilihan kata yang terlalu keras atau mengandung unsur kekerasan. Penulis dianjurkan memilih diksi yang lebih lembut agar tetap mudah dipahami tanpa memunculkan imajinasi negatif pada anak.

Sari Herleni menjelaskan bahwa dongeng merupakan salah satu bagian dari cerita anak. Dalam karya sastra prosa, cerita anak dapat berupa mite, legenda, maupun dongeng.

Ia mencontohkan mite yang berkembang di Sumatera Selatan seperti kisah para puyang, legenda Pulau Kemarau, hingga dongeng fantasi seperti cerita putri maupun kisah fabel Si Kancil. Seluruhnya dapat menjadi media pembelajaran bagi anak apabila disajikan dengan tepat.

“Konsep ramah anak juga harus diterapkan saat mengangkat cerita rakyat daerah. Bagian-bagian cerita yang mengandung unsur kekerasan, bunuh diri, atau kutukan sebaiknya disesuaikan agar lebih aman dikonsumsi anak tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” jelasnnya.

Melalui penulisan cerita anak berbasis kelokalan, Balai Bahasa Sumatera Selatan berharap semakin banyak penulis yang mampu menghadirkan karya sastra berkualitas, memperkenalkan budaya daerah, sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....