Sapundu, Simbol Sakral dalam Ritual Tiwah Masyarakat Dayak Hindu Kaharingan
- 14 Jul 2026 06:23 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sapundu merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan ritual Tiwah masyarakat Dayak Hindu Kaharingan, khususnya Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Tiang kayu yang dipahat menyerupai sosok manusia ini memiliki nilai sakral dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari prosesi adat sebagai simbol penghormatan kepada leluhur serta penghubung nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan Tiwah.
Sapundu umumnya dibuat dari kayu ulin atau jenis kayu keras lainnya yang memiliki daya tahan tinggi. Setiap ukiran pada sapundu memiliki makna tersendiri yang menggambarkan identitas, kedudukan, maupun nilai-nilai kehidupan masyarakat Dayak. Pembuatannya dilakukan oleh pengrajin yang memahami filosofi serta aturan ritual yang berlaku.
Dalam pelaksanaan ritual Tiwah, sapundu digunakan sebagai tempat mengikat hewan kurban sebelum prosesi adat dilaksanakan. Keberadaannya bukan sekadar tiang penyangga, melainkan memiliki makna simbolis sebagai bagian dari rangkaian upacara yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Dayak.
Selain berfungsi dalam ritual tradisi, sapundu juga menjadi karya seni ukir yang mencerminkan kekayaan budaya Dayak. Motif dan bentuk ukirannya menunjukkan kreativitas sekaligus kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat. Nilai estetika yang dimiliki menjadikan sapundu dikenal sebagai salah satu ikon budaya Kalimantan Tengah.
Tokoh adat menilai pelestarian sapundu sangat penting agar generasi muda memahami makna yang terkandung di balik setiap ukiran dan fungsinya dalam ritual. Melalui edukasi budaya, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal bentuk fisiknya, tetapi juga menghargai nilai sejarah, spiritual, dan filosofi yang diwariskan oleh para leluhur.
Di tengah perkembangan zaman, keberadaan sapundu terus dijaga melalui berbagai kegiatan budaya, festival, hingga edukasi di lingkungan masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk mempertahankan identitas budaya Dayak sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas.
Sapundu tidak hanya menjadi simbol dalam ritual Tiwah, tetapi juga menjadi representasi nilai penghormatan kepada leluhur, kebersamaan, dan kelestarian budaya. Dengan terus menjaga keberadaannya, masyarakat Dayak turut mempertahankan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, seni, dan spiritual bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....