Arsitektur Budaya Aceh Kian Diminati Klien Asing

  • 13 Jul 2026 13:54 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Wakil Ketua Arsitek Muda Aceh (AMA), Ar. Ferian Yavis Pradika, M.Ars., IAI menyebut proyek arsitektur berbasis budaya dan warisan (heritage) semakin diminati klien mancanegara. Ketertarikan tersebut muncul karena nilai budaya Indonesia dinilai unik dan berbeda dari bangunan modern yang sudah umum di berbagai negara.

Ferian mengatakan minat tersebut terlihat dalam kegiatan arsitektur internasional yang mempertemukan pelaku arsitektur dari berbagai negara dengan arsitek Indonesia, termasuk Aceh. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara.

"Banyak sekali dari India, Korea, Cina, hingga Inggris datang kemari. Melalui acara-acara tersebut mereka bisa melihat karya kita. Mayoritas ketika ingin memberikan proyek, mereka mencari yang berbasis budaya atau heritage karena Indonesia kaya akan budaya. Bangunan modern di negara mereka sudah biasa, sehingga mereka justru tertarik pada arsitektur budaya di Indonesia," jelas Ferian kepada RRI Banda Aceh, Jum’at 10 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Aceh menjadi salah satu daerah yang memiliki daya tarik kuat karena karakteristik rumah adatnya yang khas. “Selain memiliki bentuk rumah panggung dengan tiang yang tinggi, arsitektur tradisional Aceh juga dikenal memiliki ketahanan terhadap bencana, termasuk saat tsunami,” tambahnya.

Menurut Ferian, keunikan tersebut menjadi nilai tambah yang mendorong minat investor dan klien asing untuk mengembangkan proyek berbasis budaya di Aceh. Ia berharap potensi tersebut dapat terus dimanfaatkan oleh arsitek muda melalui karya yang tetap menjaga identitas lokal sekaligus mampu bersaing di tingkat internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....