Mandira Baruga Hidupkan Dolanan Anak lewat Gelar Budaya Padang Mbulan
- 10 Jul 2026 12:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Gelar Budaya Legenda Dolanan Anak Padang Mbulan menghadirkan beragam permainan tradisional dan pertunjukan seni sebagai upaya melestarikan budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman. Kegiatan berlangsung di Gazebo Garden, Tasneem Hotel Malioboro Yogyakarta, Kamis, 9 Juli 2026, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan 50 Tahun Ramayana Ballet Purawisata.
Acara menghadirkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari Live Music Srawung Krumpyung, Tari Umbul Donga, Tari Canthing, Tari Dolanan Anak, Tari Nyawiji, flashmob, hingga drama musikal Reinkarnasi Cinta Roro Jonggrang. Seluruh rangkaian dikemas untuk mengenalkan kembali permainan tradisional beserta nilai kebersamaan, kreativitas, dan karakter bangsa kepada generasi muda.

Sales Manager Mandira Baruga, Erica, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian menuju puncak perayaan 50 Tahun Ramayana Ballet Purawisata yang akan berlangsung pada 10 Agustus 2026. Melalui konsep Padang Mbulan, pihaknya ingin membangkitkan kembali suasana masa lalu ketika anak-anak akrab bermain bersama di ruang terbuka.
"Kami ingin mengingatkan kembali suasana Padang Mbulan ketika anak-anak bermain bersama. Harapannya, generasi muda tidak melupakan budaya yang kita miliki," ujarnya.
Menurut Erica, penyelenggaraan kegiatan juga memanfaatkan momentum libur sekolah dengan menyasar wisatawan domestik yang sedang berlibur di Yogyakarta bersama keluarga. Ia menyebut antusiasme wisatawan terhadap pertunjukan budaya mengalami peningkatan selama musim liburan tahun ini.

Selain Gelar Budaya Dolanan Anak Padang Mbulan, rangkaian peringatan 50 Tahun Ramayana Ballet Purawisata akan dilanjutkan dengan Festival Tari Konservasi Ramayana (FKTR) pada akhir Juli, sebelum mencapai puncak perayaan pada 10 Agustus 2026.
Salah satu pengisi acara, Heti dari Sanggar Tari Langen Beksan, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Sanggar yang berdiri sejak 2019 itu mewadahi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, pekerja, hingga remaja yang ingin belajar menari tanpa harus memiliki latar belakang sebagai penari profesional.
"Kesempatan tampil seperti ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kami ingin menunjukkan bahwa siapa pun tetap bisa berkarya dan ikut melestarikan budaya," kata Heti.
Melalui Gelar Budaya Dolanan Anak Padang Mbulan, Mandira Baruga berharap semakin banyak masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, yang mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pelaku seni, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....