Pikukuh Sunda Dinilai Selaras dengan Konsep Pembelajaran Mendalam

  • 07 Jul 2026 13:31 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pikukuh Sunda dinilai memiliki relevansi dengan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) yang saat ini mulai diterapkan dalam dunia pendidikan. Hal tersebut disampaikan Dosen FKIP Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun, Dr. Ardi Wina Saputra, M.Pd., saat mengulas buku Mandala Kembang.

Ardi mengungkapkan, setelah mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam yang diselenggarakan Balai Penjaminan Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan (BPGTK), ia menemukan adanya keselarasan antara konsep Panca Niti dalam Pikukuh Sunda dengan prinsip-prinsip pembelajaran yang menekankan kesadaran, pemahaman, hingga penerapan ilmu secara bermakna.

Menurutnya, Panca Niti terdiri atas lima tahapan yang menggambarkan proses belajar manusia. Tahapan pertama adalah Niti Harti, yaitu kesadaran atau kemampuan mengenali diri dan memahami posisi dalam kehidupan. Nilai ini sejalan dengan pembelajaran mendalam yang mendorong peserta didik memiliki kesadaran terhadap peran dan tanggung jawabnya sebagai pelajar maupun anggota masyarakat.

Tahapan berikutnya adalah Niti Surti, yakni memahami, bukan sekadar menghafal. Ardi mencontohkan, siswa tidak cukup hanya mengingat fakta sejarah, tetapi juga harus mampu memahami makna, dampak, dan pelajaran yang dapat diambil dari sebuah peristiwa. Dengan demikian, proses belajar tidak berhenti pada hafalan, melainkan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam.

Selanjutnya adalah Niti Bukti, yaitu kemampuan membuktikan kebenaran pengetahuan yang diperoleh melalui data, fakta, dan proses berpikir kritis. Dalam konsep pembelajaran mendalam, tahap ini berkaitan dengan pembelajaran yang bermakna, ketika peserta didik mampu menguji serta mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki.

Tahap berikutnya adalah Niti Bakti, yakni mengimplementasikan pengetahuan agar memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan. Menurut Ardi, ilmu pengetahuan seharusnya tidak berhenti sebagai teori, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa kemaslahatan.

"Setelah mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam, saya melihat bahwa Panca Niti yang menjadi salah satu inti Pikukuh Sunda ternyata sangat selaras dengan konsep pembelajaran mendalam. Dimulai dari Niti Harti, yaitu memiliki kesadaran, kemudian Niti Surti, memahami, bukan sekadar menghafal. Berikutnya Niti Bukti, mampu membuktikan pengetahuan yang dimiliki, dan akhirnya Niti Bakti, yakni menerapkan ilmu agar bermanfaat bagi kehidupan," jelas Dr. Ardi Wina Saputra, M.Pd.

Ardi menilai keselarasan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Indonesia telah lama mengajarkan filosofi pembelajaran yang berpusat pada pemahaman, pembuktian, dan pengabdian. Karena itu, konsep-konsep budaya seperti yang tertuang dalam Pikukuh Sunda dapat menjadi inspirasi dalam penguatan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....