Baliho PB XIV Hangabehi Menjamur, Dukungan Budaya Kian Meluas

  • 11 Jun 2026 16:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemasangan baliho bergambar Sinuhun Pakubuwono XIV Karaton Surakarta Hadiningrat terus meluas di berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan pendataan yang dihimpun dari jaringan pendukung, kerabat Karaton, sentana dalem, abdi dalem, anggota Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (PAKASA), serta pegiat budaya, baliho tersebut telah terpasang di sedikitnya 20 kabupaten dan kota.

Wilayah yang tercatat antara lain Ngawi, Boyolali, Kota Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Demak, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara, Magelang, Trenggalek, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Magetan, Semarang, Tulungagung, dan Tegal.

Pegiat Budaya Surakarta, R. Surojo, menilai fenomena tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya yang bersumber dari Karaton Surakarta Hadiningrat.

"Ini murni bentuk kepedulian masyarakat. Mereka yang memasang baliho terdiri dari kerabat Karaton, sentana dalem, abdi dalem, anggota PAKASA, serta para pelaku budaya yang selama ini memiliki kedekatan dengan tradisi yang bersumber dari Karaton Surakarta," ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.

Salah satu daerah dengan jumlah pemasangan baliho terbanyak adalah Kabupaten Kudus. Pangarsa PAKASA Kudus, Kanjeng Raden Riya Arya Panembahan Alap-alap Gilingwesi Singonegoro, menyebut terdapat sekitar 140 titik baliho yang tersebar di berbagai wilayah.

"Di Kudus saja ada sekitar 140 baliho. Pemasangan baliho tersebut merupakan bagian dari mangayubagyo, yaitu menyambut dan ikut merasakan kebahagiaan atas hadirnya penerus Raja Surakarta, Sinuhun Pakubuwono XIV," ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.

Menurutnya, pemasangan baliho tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan sebagai bentuk penghormatan kepada pemangku adat dan budaya Karaton Surakarta Hadiningrat.

"Pemasangan baliho Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana XIV Hangabehi di Kabupaten Kudus tidak memiliki tujuan politis maupun kepentingan lainnya. Pemasangan ini merupakan wujud pakurmatan dan pangabekti kepada Sampeyandalem sebagai pemangku adat dan budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," katanya.

Selain Kudus, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, juga menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi baliho tertinggi. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari jaringan pendukung, sedikitnya 87 titik baliho Sinuhun Pakubuwono XIV terpasang di wilayah tersebut.

Sementara itu, cucu Sinuhun Pakubuwono XI, BRM Nugroho Iman Santoso, menilai dukungan masyarakat tidak terlepas dari pemahaman terhadap sistem suksesi Karaton Surakarta yang berlandaskan adat dan garis keturunan.

"Saya kira apa yang dilakukan masyarakat dengan memberikan dukungan kepada KGPH Hangabehi yang kini menjadi Sinuhun Pakubuwono XIV sejak 13 November 2025 lalu adalah sesuatu yang wajar. Karena memang nasab Raja Surakarta itu kepada yang sepuh atau anak tertua, dan adatnya memang demikian sejak dahulu," ujarnya.

Menurut Nugroho, dalam tradisi Karaton Surakarta, kedudukan raja ditentukan oleh ketentuan adat yang diwariskan secara turun-temurun.

"Perlu diingat, raja itu menjadi raja bukan karena prestasi pribadi, melainkan karena adat. Suka atau tidak suka, adatnya memang begitu," katanya.

Sebelumnya, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menyampaikan bahwa proses penyiapan Sinuhun Pakubuwono XIV telah dilakukan jauh sebelum wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.

"Alhamdulillah, sampai masa Sinuhun Pakubuwono XII, nasab itu sangat dijaga. Untuk Sinuhun Pakubuwono XIV juga tidak serta-merta muncul begitu saja. Persiapannya sudah dilakukan jauh sebelumnya," ujar Gusti Moeng.

Ia menjelaskan, sejak masih bergelar BRM Mangkubumi hingga kemudian menjadi KGPH Hangabehi, Sinuhun Pakubuwono XIV telah dipersiapkan untuk memahami adat, budaya, kepemimpinan, dan tanggung jawab sebagai penerus tahta Karaton Surakarta Hadiningrat.

Fenomena pemasangan baliho di berbagai daerah tersebut menunjukkan dukungan dari sebagian masyarakat, komunitas budaya, kerabat Karaton, abdi dalem, dan anggota PAKASA terhadap pelestarian adat serta keberlanjutan tradisi Karaton Surakarta Hadiningrat. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....