Pesan Waisak: Menebarkan Cinta Menumbuhkan Perdamaian Dunia

  • 31 Mei 2026 21:48 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Ribuan Umat Budha mengikuti peringatan Hari Waisak Tahun 2026 di Candi Sewu Prambanan Klaten. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Keluarga Buddhayana Indonesia.

Tema pada Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 TB/ 2026, Menebar Cinta Menumbuhkan Perdamaian Dunia Sedangkan detik -detik Waisak jatuh pada pukul 15.44 wib.

Kegiatan diawali dengan Kirab Agung Waisak dari Candi Pelaosan menuju pelataran Candi Sewu dengan berjalan kaki kurang lebih satu setengah kilometer. Rombongan peserta kirab antara lain Drambend, Paskibra pembawa Bendera Merah putih, pembawa sarana puja lilin, air, dan buah-buahan, Rombongan Bhikkhu Sangha, dan juga gunung hasil bumi.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Sangha Agung Indonesia (SAGIN) Khemacaro Mahathera mengatakan pada puncak peringatan Waisak Bhikkhu Sangha Indonesia menempatkan rupang atau perwujudan suci Manjusri berupa pemujaan utama di Candi Sewu. Melalui perayaan Waisak Ia berharap berkah untuk seluruh kehidupan khususnya Bangsa Indonesia yang majemuk.

"Pada puncaknya kami dari Bhikkhu Sangha Indonesia menempatkan rupang atau perwujudan suci Manjusri dimana Manjusri adalah merupakan tempat pemujaan utama di Candi Sewu. Dengan perayaan ini kami berharap memberikan berkah yang tiada tara bagi seluruh kehidupan khususnya Bangsa Indonesia yang cukup majemuk," kata Khemacaro Mahathera, Minggu 31 Mei 2026.

Ia juga mengatakan pesan Waisak tahun ini menebarkan cinta menumbuhkan perdamaian dunia.

Salah seorang Umat Budha Asal Jepara Suharwo mengaku gembira dapat ikut memperingati Waisak di Candi Sewu.

Peringatan Hari Raya Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha Gautama yakni kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian pencerahan sempurna menjadi Buddha, dan wafatnya Sang Buddha.

" Ini adalah momen yang penting bagi kita untuk merefleksi kembali merenungkan proses apa yang dialami oleh guru agung kita Budhe Gautama," katanya.

Ia juga mengatakan setiap Hari Raya Waisak selalu datang di Candi Borobudur atau Candi Sewu. Ia menilai Candi Sewu lebih sakral dan sebagian besar umat' Budha yang datang ingin ikut ritual sembahyang.

Suharwo berharap kepada semua pihak untuk menjaga kerukunan, ketentraman dan ketenangan agar semuanya dapat berjalan dengan baik Adam Sutanto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....