Solidaritas Kemanusiaan dalam Perayaan Iduladha

  • 27 Mei 2026 17:36 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Syariat penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha hakikatnya adalah meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama manusia. Itulah gambaran yang terjadi pada umat Islam hingga sekarang.

Dalam syariat Islam, ibadah kurban hukumnya sunnah muakkad. Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan bagi yang mampu secara finansial.

Selain itu, ibadah kurban juga berdampak pada muamalah atau hubungan antarsesama manusia, karena daging hewan kurban itu sejatinya dibagikan kepada umat yang lainnya. Lewat kurban, umat Islam yang mampu dilatih buat mendahulukan perintah Allah di atas keinginan pribadi.

Perintah kurban berawal dari kisah Nabi Ibrahim a.s., yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail a.s. Keduanya menunjukkan ketaatan dan keikhlasan luar biasa.

"Sejarah ini mengajarkan kita tentang pengorbanan ego pribadi demi kepatuhan yang lebih tinggi," ujar pendengar Pro4 RRI Sungailiat, Indra, via telepon dalam acara "Musik dan Informasi Budaya".

Sementara itu, pendengar RRI, Caca menekankan nilai-nilai praktis yang dapat dipetik oleh seluruh pendengar RRI Pro 4 Sungailiat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan simbol pemerataan ekonomi dan pengikis sekat sosial di tengah komunitas.

"Nilai utamanya adalah kemanusiaan, artinya saling berbagi dan peduli. Lewat momen kurban ini, masyarakat Sungailiat diajak untuk meningkatkan rasa empati dan gotong royong," tutur Caca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....