Pusaka dan Mandau Dinilai Jadi Penjaga Identitas Budaya Bangsa

  • 26 Mei 2026 11:37 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Pelestarian benda pusaka atau tosan aji dinilai tidak hanya sebatas menjaga bentuk fisiknya, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah dan identitas budaya yang diwariskan para leluhur.

Ketua Paguyuban Tosan Aji Pinang Sendawar Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Waluyo Dwi Atmojo Setiobroto mengatakan, keberadaan pusaka memiliki keterikatan erat dengan perjalanan budaya masyarakat.

Menurutnya, pelestarian pusaka menjadi bagian penting dalam menjaga akar budaya bangsa agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Ketika pusaka dilestarikan, yang sesungguhnya dijaga bukan hanya bendanya, melainkan ingatan kolektif, jati diri, dan akar budaya bangsa agar tidak hilang ditelan zaman,” kata dr Waluyo, Rabu 26 Mei 2026.

Ia menuturkan, penghargaan Anugerah Naga Sasra diberikan kepada tokoh maupun institusi, seperti yang diberikan kepada Bupati Kubar Periode 2006-2016, Ismail Thomas, oleh Kementeriaan Kebudayaan RI, baru-baru ini dinilai memiliki kontribusi besar terhadap keberlangsungan ruang ekspresi budaya di Indonesia.

Dalam hal ini, Ismail Thomas dinilai menjadi salah satu tokoh yang konsisten mendukung pelestarian budaya lokal dengan memberikan ruang bagi para seniman, budayawan, dan pelestari tradisi untuk terus berkarya.

Selain menjaga nilai sejarah, keberadaan pusaka dan seni tradisi juga dinilai mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Harapan kami, perhatian terhadap pelestarian budaya terus meningkat agar generasi muda tetap mengenal tradisi leluhur dan tidak kehilangan jati diri budaya daerahnya,” ucap dr Waluyo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....