Festival Cilegon Bertutur Dorong Anak Muda Lestarikan Budaya Berbasis AI
- 10 Mei 2026 17:25 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang: Festival Cilegon Bertutur 2026 dinilai menjadi ruang bagi generasi muda untuk melestarikan budaya lokal melalui teknologi digital. Salah satu peserta yang berhasil menarik perhatian adalah Rekta Nashiwa Andrian, juara 1 lomba film animasi cerita rakyat berbasis AI.
Melalui karya animasi Si Kebo Gerem, Rekta mencoba memperkenalkan kembali cerita rakyat Kota Cilegon kepada masyarakat, khususnya anak muda. Ia menilai budaya lokal tetap dapat dikenalkan di tengah perkembangan teknologi modern.
“Aku happy sih karena festival ini bisa mendorong anak muda untuk mengembangkan kreativitas dan tetap melestarikan budaya lokal,” ujar Rekta dalam program Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten, Minggu, 10 Mei 2026.
Cerita Si Kebo Gerem sendiri mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga kualitas, kebersihan, dan kasih sayang dalam menjalani kehidupan. Rekta memilih cerita tersebut karena berasal dari daerah yang masih satu kecamatan dengannya.
| Baca juga: Lampion Hiasi Vihara Sukhavati jelang Imlek |
Menurut Rekta, teknologi AI dapat dimanfaatkan secara positif untuk memperkenalkan budaya kepada generasi sekarang dengan cara yang lebih menarik dan visual. Namun ia menegaskan kreativitas utama tetap berasal dari manusia. “AI bukan sebagai pengganti kreativitas, tapi menjadi dorongan untuk kita mengembangkan ide kreativitas,” katanya.
Dalam proses pembuatan film, Rekta memadukan teknologi AI dengan ide cerita dan visual yang telah disusun sebelumnya. Ia menggunakan berbagai platform untuk membuat karakter, gerakan animasi, hingga pengisian suara.
Rekta menilai perkembangan teknologi seharusnya tidak membuat generasi muda melupakan identitas budaya daerahnya. Menurutnya, budaya lokal dan teknologi modern dapat berjalan berdampingan apabila digunakan secara bijak.
Ia berharap semakin banyak anak muda yang berani memanfaatkan teknologi digital untuk membuat karya kreatif sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas. Festival seperti Cilegon Bertutur juga diharapkan terus menjadi wadah pengembangan kreativitas generasi muda di bidang digital dan budaya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....