Ini Shock Culture yang Dialami Pendatang saat Pertama Kali ke Jogja

  • 05 Mei 2026 13:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Yogyakarta tidak pernah sepi dari pendatang baru. Banyak pelajar dari berbagai kota menimba ilmu di Yogyakarta. Tidak sedikit juga wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta karena ingin menikmati keindahan wisata dan juga berburu kuliner khasnya.

Bagi yang baru pertama kali mengunjungi Jogja pasti akan mengalami beberapa culture shock karena perbedaan bahasa, norma sosial, makanan, atau adat istiadat. Berikut culture shock yang akan dialami saat berada di Jogja :

  1. Penggunaan bahasa Jawa krama (halus) dalam kehidupan sehari-hari, serta logat medok yang khas.
  2. Kentalnya tradisi dan keraton, termasuk upacara adat dan tradisi budaya seperti Grebeg syawal, Mubeng Beteng dan upacara adat lainnya melekat dalam kehidupan masyakarat Jogja.
  3. Masyarakat Jogja lebih sering menggunakan klakson untuk menyapa orang di jalan atau pamit sambil dibarengi kalimat 'monggo' (mari) atau 'pareng' (permisi)
  4. Di Jogja banyak nama-nama tempat yang disingkat, misalnya tamsis (Tamansiswa), concat (Condongcatur), paris (Parangtritis), jakal (Jalan Kaliurang), monjali (Monumen Jogja Kembali)
  5. Makanan di Jogja rasanya cenderung manis, seperti gudeg
  6. Di Jogja tidak ada angkot, untuk transportasi umum masyarakat Jogja menggunakanTransjogja dan kendaraan online, sementara wisatawan biasa menggunakan becak, delman dan bajaj.
  7. Orang Jogja terbiasa mengarahkan jalan menggunakan arah mata angin. Bagi orang Jogja, Gunung Merapi jadi patokan sebagai utaranya kota, sedangkan Pantai Parangtritis sebagai selatannya.
  8. Istilah burjo di Jogja itu adalah warmindo atau warung makan Indomie. Warung burjo menjadi tempat makan favorit para mahasiswa karena harganya terjangkau.

    Akses jalan satu arah di Jalan Margo Mulya, Ngupasan Kota Yogyakarta (Foto: RRI/Yulia)
  9. Untuk akses jalan di Jogja lebih banyak jalur satu arah. Untuk itu bagi para pendatang harus hati-hati agar tidak melanggar lalu lintas dan ditilang polisi.
  10. Di lampu merah sering kita temui pengamen yang unik dan kreatif, seperti memainkan alunan musik angklung atau menggunakan pakaian tradisional.
  11. Suasana kota cenderung lebih santai dan tenang dibandingkan kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya dan Bandung.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....