Kejelian Pembuatan Wayang dalam Penentuan Karakter dan Filosofi

  • 24 Feb 2026 15:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SURAKARTA - Pembuatan wayang memerlukan kejelian agar sesuai dengan karakter dan filosofi dari suatu wayang yang dibentuk. Selain karakter dan filosofi juga dalam pewarnaan yang sesuai pakem. Maka tidak heran sebuah wayang tidak murah harganya, yakni bisa tembus jutaan rupiah. Proses Pembuatan wayang ini juga disebut Seni Tatah Sungging Wayang yang bermakna tatah, menatah atau memahat, sungging ,mewarnai dengan cara gradasi.

Dalam pembuatan wayang kulit untuk keperluan pertunjukan biasanya terbuat dari kulit kerbau dan sapi.

Proses sungging ada beberapa macam, dengan cara prodo grenjeng dengan cara ditempel dan sunggingan bron dengan dikuas. Selain dari sisi penatahan dan pewarnaan seorang pembuat wayang harus dapat menguasai filosofi dari setiap wayang yang dibuat.

Menurut Owner Sanggar Wayang Gogon 1, Margono, Selasa, 24 Februari 2026 tokoh wayang dapat mengandung banyak filosofi bahkan dalam satu kotak wayang bisa ratusan karakter yg dibuat .

"Untuk membuat karakter bagi yang sudah menguasai tidak ada hambatan. Saya misalnya dapat menemukan karater dari tokoh Werkudara sampai 10 ,kemudian nanti dituangkan ke setiap wayang yang dibentuk ,"ungkapnya

Dikatakan pembuatan wayang untuk pertunjukan 1 wayang antara10 hari hingga dua minggu. sedangkan pengeringan dari bahan kulit hingga 2 bulan.

Menurutnya Ia telah mencoba dengan proses cepat untuk pembuatan wayang memakai alat mesin CNC namun tidak berhasil . Dengan terlebih dulu mendesain lewat komputer dan menimplementasikan ke kulit atau kertas . Menurutnya dengan mesin belum mampu untuk melihat tatakan secara detail baru hanya bisa dilakukan dengan manual.

Sementara itu wayang Gogon memiliki khas nya dengan di bagian bodi wayang atau kapangan . Untuk bagian bodi harus memperhitungkan tebal tipisnya wayang pada bagian bagian tertentu .Wayang ini juga memiliki ciri khasnya dengan wayang gaya Surakartanan .

Sanggar wayang Gogon yang didirikan oleh Margono sejak tahun 2008 di Jebres Jl halilintar Solo hingga kini sudah memikiki cabang 4 menyebar di wilayah Surakarta. Di empat cabang sanggar Wayang Gogon memiliki kegiatan mulai dari pembuatan wayang kulit baik untuk wayang pertunjukan maupun wayang untuk souvenir .

Wayang yang ukuran besar digunakan untuk pertunjukan ,dan untuk wayang uuran kecil dibuat sebagai souvenir ," ungkapnya .

Selain itu sebagai tempat pelatihan membuat wayang , pelatihan dalang , karawitan dan menari. Untuk pelatihan itu diikuti anak anak dari jenjang TK sampai SMA. Gogon yang merupakan generasi ke 20 dari kakek buyutnya bergelut di dunia wayang dan dalang berharap kedepan ada penerus generasi muda untuk melestarikan wayang sebagai budaya jati diri bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....