Puasa Sejati Mengubah Hati dan Kehidupan

  • 20 Feb 2026 22:34 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Dalam Kitab Yesaya 58:1–9a, Nabi Yesaya menyampaikan teguran keras Tuhan kepada umat yang rajin berpuasa dan beribadah, tetapi hidupnya tidak berubah. Mereka tekun menjalankan ibadah, namun masih berlaku tidak adil dan mengabaikan sesama.

Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen, mengatakan Tuhan menghendaki puasa yang membebaskan yang tertindas dan membagikan roti kepada yang lapar.

"Puasa sejati bukan sekadar menahan makan, melainkan menahan ego dan belajar berbagi. Ibadah yang benar harus menyentuh kehidupan sosial, menghadirkan keadilan, dan membuka hati terhadap penderitaan orang lain. Tanpa itu, puasa hanya menjadi rutinitas lahiriah,"ujarnya dalam acara Mimbar Agama Katolik di Prosatu RRI Tahuna, (20/2/2026).

Ia mengungkapkan, dalam Injil Matius 9:14–15, Yesus menjelaskan bahwa puasa adalah ungkapan kerinduan akan Allah. Selama Sang Mempelai hadir para murid bersukacita. tetapi akan ada saat untuk berpuasa sebagai tanda rindu dan pertobatan.

"Umat diajak memeriksa hati. Apakah doa dan puasa membuat kita lebih lembut, adil, dan peduli? Tuhan menjanjikan terang dan pemulihan bagi mereka yang hidup dalam belas kasih. Puasa sejati selalu berbuah pada perubahan hidup yang nyata,"katanya. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....