BBM Subsidi Langka di Aceh Timur, Warga Terpaksa Beralih ke Pertamax

  • 20 Jul 2026 14:18 WIB
  •  Lhokseumawe

RR.CO.ID, Aceh Timur – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar dan Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Aceh Timur dilaporkan mengalami kekosongan pada Senin 20 Juli 2026. Kondisi tersebut memaksa sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax demi tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan papan informasi bertuliskan stok Solar dan Pertalite kosong terpasang di area pengisian. Berbeda dari hari-hari biasanya, suasana SPBU tampak lebih lengang karena kendaraan yang umumnya mengantre memilih mencari pasokan di lokasi lain atau membeli BBM nonsubsidi.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Muhammad Fikri, mengaku harus mendatangi beberapa SPBU sebelum akhirnya memutuskan membeli Pertamax karena Pertalite tidak tersedia.

"Saya sudah muter beberapa SPBU, tetapi Pertalite kosong semua. Akhirnya terpaksa isi Pertamax walaupun lebih mahal. Biasanya isi Pertalite Rp30 ribu sudah penuh, sekarang harus keluar sekitar Rp50 ribu," ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kosongnya stok BBM subsidi tersebut masih belum diketahui. Petugas di salah satu SPBU di Idi Rayeuk membenarkan bahwa pasokan Solar dan Pertalite belum tersedia dan pihaknya masih menunggu distribusi dari depo Pertamina.

"Kosong, Bang. Kalau kapan masuk kami juga belum tahu. Informasinya nanti dari manajer atau supervisor," kata salah seorang petugas SPBU.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan masih melakukan pengecekan di lapangan untuk mengetahui penyebab keterlambatan distribusi BBM subsidi di Aceh Timur.

"Kami cek di lapangan dulu ya, ada kendala apa," kata Area Manager Communication, Relations and CSR Regional Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw.

Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai faktor utama yang menyebabkan kekosongan stok maupun kepastian waktu distribusi kembali normal di wilayah Aceh Timur.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan telah melakukan berbagai langkah percepatan distribusi BBM di Aceh, termasuk memperkuat pasokan dari Integrated Terminal Lhokseumawe guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pertamina juga menyebut kondisi penyaluran BBM di sejumlah wilayah Aceh secara umum mulai membaik. Meski demikian, perusahaan terus memantau stok dan distribusi di lapangan agar proses normalisasi dapat berlangsung lebih cepat serta kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Sementara itu, masyarakat berharap distribusi Solar dan Pertalite segera kembali normal mengingat kedua jenis BBM subsidi tersebut menjadi kebutuhan utama bagi pengendara, pelaku usaha, hingga sektor transportasi yang bergantung pada kelancaran pasokan energi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....