Kenali Penyebab Beras Berubah Warna
- 18 Jul 2026 19:02 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Masyarakat diimbau lebih teliti sebelum mengolah beras untuk dikonsumsi. Beras yang mengalami perubahan warna, seperti menguning, kehitaman, kehijauan, kemerahan, atau muncul bercak yang tidak biasa, sebaiknya tidak digunakan karena dapat menandakan penurunan mutu atau adanya kontaminasi.
Perubahan warna pada beras dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penyimpanan yang terlalu lembap, pertumbuhan jamur, serangan serangga, hingga proses oksidasi akibat penyimpanan dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kualitas beras, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Pada kondisi tertentu, jamur yang tumbuh pada bahan pangan dapat menghasilkan mikotoksin, yaitu senyawa beracun yang tidak selalu hilang meski bahan makanan telah dicuci atau dimasak. Karena itu, beras yang menunjukkan tanda-tanda berjamur sebaiknya langsung dibuang.
Selain perubahan warna, masyarakat juga perlu memperhatikan bau dan tekstur beras. Beras yang mengeluarkan aroma apek, berbau asam, atau menggumpal akibat lembap merupakan tanda bahwa kualitasnya telah menurun dan tidak layak dikonsumsi.
Untuk menjaga kualitas beras, simpan dalam wadah yang bersih, kering, dan tertutup rapat. Letakkan di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik serta hindari paparan sinar matahari langsung maupun kelembapan tinggi.
Apabila ditemukan kutu atau serangga dalam jumlah banyak disertai perubahan warna dan bau yang tidak normal, beras sebaiknya tidak lagi digunakan sebagai bahan makanan.
Badan Pangan Nasional juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan penyimpanan pangan yang baik agar kualitas beras tetap terjaga hingga masa konsumsi. Membeli beras sesuai kebutuhan juga dapat mengurangi risiko penyimpanan terlalu lama.
Dengan lebih cermat memeriksa kondisi beras sebelum dimasak, masyarakat dapat mengurangi risiko mengonsumsi pangan yang telah mengalami kerusakan serta menjaga keamanan makanan bagi seluruh anggota keluarga.
Sumber: Badan Pangan Nasional (Bapanas), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), serta World Health Organization (WHO) mengenai keamanan pangan dan kontaminasi jamur pada bahan makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....