Jejak Sejarah Bahrul Ulum Inspirasi 170 Santri Baru

  • 18 Jul 2026 17:16 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Sejarah panjang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat menjadi sumber inspirasi bagi 170 santri baru yang mengikuti hari pertama Pekan Pengenalan Pondok Pesantren (P4) atau Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda).

Melalui pengenalan sejarah lembaga, para santri diajak memahami perjuangan para pendiri sekaligus menumbuhkan semangat melanjutkan estafet pengabdian.

Ketua Yayasan Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat, Syaiful Zohri, menjelaskan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya dibangun dengan material, tetapi juga oleh nilai, perjuangan, dan cita-cita yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Bangunan ini tidak hanya berdiri di atas batu dan semen, tetapi tumbuh dari ingatan dan cita-cita orang-orang yang mendirikannya," ujar Syaiful di hadapan santri baru jenjang MTs Plus dan SMA Plus, Rabu 18 Juli 2026.

Sebagai bukti nyata keberhasilan proses pendidikan di Bahrul Ulum, Syaiful memperkenalkan Ustad Iqbal Nursyamsi yang kini menjadi guru sekaligus bendahara yayasan. Iqbal merupakan satu dari 64 santri angkatan pertama yang diterima pada 2002 dan pernah menjabat Kepala MTs Plus Bahrul Ulum periode 2021–2024.

Tak hanya itu, alumni angkatan pertama lainnya, Ustazah Khairunisa, kini dipercaya memimpin perpustakaan pusat Bahrul Ulum. Menurut Syaiful, kiprah para alumni ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu melahirkan generasi yang kembali mengabdi untuk kemajuan lembaga.

Syaiful juga mengisahkan perjalanan berdirinya Islamic Centre Sungailiat yang dimulai pada 1999. Gagasan pembangunan pusat pendidikan Islam terpadu itu muncul atas dorongan almarhum Drs. H. Abu Hanifah yang saat itu menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Bangka.

Secara bertahap, cita-cita tersebut mulai terwujud dengan berdirinya MTs Plus Bahrul Ulum pada 2002, kemudian disusul SMA Plus empat tahun kemudian.

Menurutnya, keberadaan pesantren bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu agama dan akademik, tetapi juga sebagai wadah membangun karakter, memperkuat ukhuwah, dan memberdayakan masyarakat.

"Lembaga ini bukan sekadar tempat mencari ilmu, melainkan sarana memberdayakan masyarakat dan merajut persaudaraan. Anggaplah tempat ini rumah kedua kita. Kita tumbuh bersama sebagai satu keluarga besar," katanya.a

Sementara Kepala Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ustad Sukaryadi mengatakan kegiatan P4 bertujuan membantu santri baru beradaptasi dengan lingkungan pesantren sekaligus memahami budaya, tata tertib, dan nilai-nilai yang menjadi identitas Bahrul Ulum.

"Selain mengenal sejarah lembaga, para peserta juga diperkenalkan dengan para pendidik dari jenjang MTs Plus, SMA Plus, hingga para pembina asrama yang akan mendampingi mereka selama menjalani pendidikan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....