Umat Diajak Mengutamakan Belas Kasih di Atas Sikap Legalisme
- 18 Jul 2026 08:44 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen, mengingatkan umat Katolik agar tidak terjebak pada legalitas atau kepatuhan terhadap aturan semata dalam menjalani kehidupan beriman. Aturan Gereja tetap penting untuk menjaga ketertiban, namun harus selalu dihidupi dengan semangat belas kasih sebagaimana diajarkan Yesus Kristus.
Hal itu disampaikannya saat merenungkan Injil Matius 12:1-8, khususnya ayat 7 yang berbunyi, yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang tidak bersalah. Dalam bacaan tersebut, Yesus menanggapi tuduhan orang-orang Farisi terhadap para murid yang memetik bulir gandum pada hari Sabat karena lapar. Bagi Yesus, belas kasih lebih utama daripada penerapan aturan secara kaku.
"Yesus mengajarkan bahwa aturan tidak boleh membuat kita kehilangan kepekaan terhadap sesama. Belas kasih adalah inti dari hukum Allah dan menjadi dasar dalam setiap pelayanan,"katanya di acara Mimbar Agama Katolik melalui Prosatu RRI Tahuna.
Sikap yang hanya berpegang pada aturan tanpa disertai kasih masih sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit orang yang mengukur kualitas iman seseorang hanya dari keaktifan mengikuti kegiatan Gereja atau kepatuhan terhadap berbagai ketentuan, tanpa melihat kepedulian terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan.
| Baca juga: Iman yang Teguh Membuka Jalan Pemulihan |
Ia mengatakan, melalui peristiwa tersebut Yesus menegaskan bahwa tujuan hukum adalah menghadirkan keselamatan, kedamaian, dan pemulihan bagi manusia. Karena itu, setiap aturan hendaknya dipahami sebagai sarana untuk membangun kehidupan yang lebih baik, bukan menjadi alasan untuk menghakimi atau mengesampingkan kebutuhan sesama.
"Mari kita melihat kembali motivasi hidup beriman kita. Jangan sampai legalitas menjadi lebih penting daripada kasih. Iman yang sejati selalu diwujudkan melalui belas kasih dan kepedulian kepada sesama,"ujarnya.
Melalui renungan ini, Febiyola mengajak umat Katolik untuk memadukan ketaatan terhadap ajaran Gereja dengan semangat kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Ketika belas kasih menjadi dasar dalam setiap tindakan umat tidak hanya menjalankan aturan, tetapi juga menghadirkan wajah Allah yang penuh kerahiman di tengah keluarga, Gereja dan masyarakat. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....