Serangan ke Menteri ESDM Dinilai Tendensius
- 17 Jul 2026 08:53 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Keberhasilan pemerintah mendorong implementasi program B50 dan percepatan pengembangan Blok Masela sebagai proyek strategis nasional justru diiringi berbagai serangan yang diarahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Serangan itu dinilai tidak mendukung iklim pembangunan energi nasional yang sedang digalakkan.
Hal itu disampaikan oleh Kader Muda Partai Golkar, Jefri Edi Irawan Gultom, di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Menurut Jefri, kedua program tersebut merupakan agenda penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kemandirian energi, sehingga berbagai tudingan yang tidak berdasar berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintah.
"Di tengah keberhasilan pemerintah meluncurkan program B50 dan mempercepat pengembangan Blok Masela atas arahan Presiden Prabowo Subianto, justru muncul berbagai serangan kepada Menteri Bahlil yang menurut kami tidak berdasar, sangat tendensius, dan sarat kepentingan politik. Kami melihat ada upaya membangun opini yang tidak objektif, terlebih mengingat posisi beliau sebagai Ketua Umum Partai Golkar," ujar Jefri.
Jefri menjelaskan, implementasi B50 merupakan langkah strategis dalam meningkatkan bauran energi nasional melalui pemanfaatan biodiesel berbasis sawit. Kebijakan itu diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar, meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit, serta memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian.
Sementara itu, percepatan pengembangan Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi salah satu proyek energi terbesar Indonesia. Proyek ini diharapkan meningkatkan produksi gas nasional, menarik investasi bernilai besar, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
"Publik seharusnya memberikan apresiasi terhadap kerja nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Kritik tentu diperbolehkan dalam negara demokrasi, tetapi harus berbasis data, fakta, dan disampaikan secara bertanggung jawab, bukan dengan narasi yang menggiring opini atau bermuatan kepentingan politik," tegasnya.
Jefri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal agenda strategis nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Menurutnya, pembangunan sektor energi membutuhkan stabilitas politik, dukungan publik, dan ruang kerja yang kondusif agar target-target nasional dapat tercapai secara optimal.
"Kami berharap seluruh pihak dapat mengedepankan objektivitas dan menghormati prinsip negara hukum. Jangan sampai isu-isu yang tidak berdasar mengganggu fokus pemerintah dalam menjalankan program-program strategis yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....