Kunci Menyampaikan Pendapat dengan Jelas dan Tetap Menghargai Orang Lain
- 17 Jul 2026 10:31 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun tempat kerja, cara seseorang menyampaikan pendapat dapat memengaruhi kualitas hubungan dengan orang lain. Salah satu bentuk komunikasi yang dinilai efektif adalah komunikasi asertif.
Dikutip dari https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-komunikasi-asertif, komunikasi asertif adalah kemampuan menyampaikan pikiran, perasaan, kebutuhan, atau pendapat secara jujur, jelas, dan tegas, tanpa mengabaikan hak serta perasaan orang lain. Berbeda dengan komunikasi pasif yang cenderung mengalah atau komunikasi agresif yang memaksakan kehendak, komunikasi asertif mengutamakan sikap saling menghormati dan mencari solusi bersama.
| Baca juga: Pentingnya Menghargai Perbedaan Pendapat |
Seseorang yang berkomunikasi secara asertif mampu menyampaikan ketidaksetujuan atau kritik dengan bahasa yang santun. Misalnya, ketika menerima tugas yang melebihi kapasitas, seseorang dapat menjelaskan kondisi yang dihadapi dan menawarkan alternatif penyelesaian, tanpa harus menyalahkan atau merendahkan pihak lain.
Penerapan komunikasi asertif juga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman. Pesan yang disampaikan secara jelas dan terbuka akan lebih mudah dipahami, sehingga risiko munculnya konflik akibat salah tafsir dapat diminimalkan. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam membangun kerja sama yang baik di lingkungan kerja maupun organisasi.
| Baca juga: Empati sebagai Perekat Hubungan Sosial |
Selain itu, komunikasi asertif berperan dalam menjaga kesehatan mental. Kemampuan mengungkapkan perasaan, menetapkan batasan yang sehat, serta mengatakan "tidak" terhadap hal-hal yang tidak mampu dilakukan dapat mengurangi tekanan emosional. Sikap ini bukan berarti egois, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri sekaligus tetap menghormati orang lain.
Untuk membangun komunikasi yang asertif, seseorang dapat mulai dengan mendengarkan lawan bicara secara aktif, memilih kata-kata yang sopan, mengendalikan emosi, serta fokus pada persoalan yang sedang dibahas, bukan menyerang pribadi seseorang. Menggunakan kalimat seperti "Saya merasa..." atau "Menurut saya..." juga dapat membantu menyampaikan pendapat tanpa menimbulkan kesan menyalahkan.
Komunikasi asertif merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih oleh siapa saja. Semakin sering diterapkan, semakin mudah seseorang membangun hubungan yang sehat, meningkatkan rasa percaya diri, dan menyelesaikan perbedaan pendapat secara konstruktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....