Cegah Perundungan di Masa Pengenalan Sekolah
- 17 Jul 2026 15:20 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen penting bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar, mengenal guru, teman, serta budaya sekolah. Karena itu, kegiatan MPLS harus menjadi ruang yang aman, ramah, dan menyenangkan, bukan menjadi ajang terjadinya perundungan atau tindakan yang merendahkan martabat peserta didik.
Perundungan atau bullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari ejekan, penghinaan, pengucilan, ancaman, hingga kekerasan fisik maupun melalui media sosial. Meski sering dianggap sebagai candaan, tindakan tersebut dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius, seperti menurunnya rasa percaya diri, kecemasan, stres, bahkan trauma yang memengaruhi proses belajar.
Dikutip dari https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/mplsramah/, mencegah perundungan merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta siswa memiliki peran untuk menciptakan lingkungan yang saling menghormati. Nilai-nilai seperti empati, toleransi, gotong royong, dan saling menghargai perlu ditanamkan sejak hari pertama peserta didik memasuki lingkungan sekolah.
Peserta didik baru juga perlu didorong untuk berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan perundungan. Melaporkan kejadian kepada guru, wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling (BK), atau orang tua bukan berarti mengadu, melainkan langkah penting untuk menghentikan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Di sisi lain, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak selama masa transisi ke jenjang pendidikan yang baru. Komunikasi yang terbuka mengenai pengalaman anak di sekolah dapat membantu mendeteksi lebih dini apabila terdapat tanda-tanda perundungan, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
MPLS juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperkenalkan budaya positif melalui kegiatan yang membangun kerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian antarsiswa. Dengan pendekatan yang edukatif dan humanis, peserta didik baru akan merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah tanpa rasa takut maupun tekanan.
Lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan akan mendukung tumbuhnya generasi yang percaya diri, berkarakter, dan mampu menghargai perbedaan. Melalui kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, masa pengenalan sekolah dapat menjadi awal yang baik untuk membangun budaya belajar yang aman, inklusif, dan penuh rasa saling menghormati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....