Kue Talam Piring Khas Bengkulu
- 16 Jul 2026 18:28 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID,Bintuhan- Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisional yang sangat beragam. Setiap daerah memiliki makanan khas yang mencerminkan sejarah, budaya, serta kearifan lokal masyarakatnya. Salah satu jajanan tradisional yang masih bertahan hingga kini adalah kue Talam Piring, makanan khas Bengkulu yang diproduksi oleh ibu Peri yang beralamat di wilayah Bentiring, Kota Bengkulu.
Kue talam piring dikenal memiliki tekstur yang lembut, rasa manis berpadu dengan gurih santan, serta aroma pandan yang khas, Keunikan cita rasanya menjadikan kue ini sebagai salah satu jajanan favorit masyarakat dan tetap diminati di tengah maraknya makanan modern.
Meskipun berbagai jajanan modern terus bermunculan, kue talam piring tetap mampu mempertahankan eksistensinya. Para perajin terus menjaga teknik pembuatan tradisional dan menggunakan bahan-bahan alami agar cita rasa serta kualitasnya tetap terpelihara.
Ibu Peri sebagai pemilik usaha kue talam piring menuturkan bahwa : Nama "talam piring" berasal dari wadah yang digunakan sebagai cetakan, yaitu piring kecil berbahan logam atau keramik. Berbeda dengan kue talam dari daerah lain, kue talam piring Bengkulu memiliki dua lapisan dengan warna yang kontras sehingga tampil lebih menarik.
Lapisan bawah biasanya berwarna hijau yang berasal dari sari daun pandan atau daun suji, sedangkan lapisan atas berwarna cokelat karena menggunakan gula merah. Perpaduan kedua lapisan tersebut menghasilkan rasa yang manis, gurih, dan lembut sehingga disukai oleh berbagai kalangan.
Bahan utama dalam pembuatan kue talam piring meliputi tepung beras, santan kelapa segar, gula merah, gula pasir, daun pandan atau daun suji, garam, dan vanili. Seluruh bahan dipilih dengan cermat agar menghasilkan tekstur yang lembut serta aroma yang khas.
Proses pembuatannya memerlukan ketelitian. Adonan tepung beras dicampur dengan santan dan bahan lainnya, kemudian dibagi menjadi dua bagian, yaitu adonan pandan dan adonan gula merah. Lapisan pertama dituangkan ke dalam piring lalu dikukus hingga setengah matang sebelum ditambahkan lapisan kedua dan dikukus kembali hingga matang sempurna kemudiam di kukus dalam dandang dengan tungku pembakaran masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan kayu bakar sehingga memghasilkan aroma yang khas. Setelah dingin, kue siap disajikan.
Kue talam piring ini diproduksi setiap hari untuk memenuhi permintaan pasar, terutama pada hari libur, bulan Ramadan, serta berbagai acara adat dan keluarga.
Dengan cita rasa yang khas, proses pembuatan yang masih mempertahankan cara tradisional, serta nilai budaya dan ekonomi yang tinggi, kue talam piring tidak hanya menjadi makanan favorit masyarakat, tetapi juga menjadi identitas kuliner Bengkulu yang patut dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi mendatang maupun wisatawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....