Peran Perempuan dalam Mewujudkan Generasi Sehat

  • 16 Jul 2026 11:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Stunting masih menjadi tantangan bersama yang membutuhkan peran banyak pihak. Upaya pencegahannya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan saja, tetapi juga berawal dari keluarga.

Perempuan terutama para ibu memiliki peran yang sangat penting.Mulai dari memastikan asupan gizi keluarga, membiasakan pola hidup sehat hingga menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya dan bisa nantinya mewujudkan generasi yang sehat.Isu ini juga digalakkan di Kelurahan Setabelan dengan Program Dahsat.

DAHSAT merupakan singkatan dari Dapur Sehat Atasi Stunting, sebuah program yang menyediakan makanan bergizi dan pendampingan bagi balita yang mengalami atau berisiko stunting, “ ujar Heny Paryanti - Sekretaris PPT ( Pos Pelayanan Terpadu ) Kelurahan Kestalan Di Obrolan Siang RRI Surakarta Senin 13 Juli 2026 pk.10.00 Wib yang dipandu Riandani Surya.

Pos Pelayanan Terpadu ( PPT ) Keluarahan Setabelan dengan Program Dahsat menjadi Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang bertugas mendampigi calon pengantin,ibu hamil,balita usia di bawah 2 tahun. Pendampingan meliputi pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, kesiapan fisik dan mental sebelum kehamilan, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Di Kelurahan Kestalan, program DAHSYAT menargetkan 10 balita selama 180 hari. Para kader bergiliran memasak dan mengantarkan makanan bergizi setiap hari (6 hari per minggu).Menu yang diberikan mengacu pada konsep menu 4 bintang, yaitu karbohidrat,protein hewani,sayur dan buah serta lemak sehat.

Penyebab stunting tidak semata-mata karena ekonomi, tetapi lebih sering dipengaruhi oleh pola asuh,lingkungan tempat tinggal,paparan asap rokok dari anggota keluarga,kondisi rumah yang padat dan kurang sehat. Para kader juga terus melakukan edukasi kepada ayah, karena keterlibatan ayah sangat penting.

Asap rokok, termasuk residu yang menempel di pakaian, dapat membahayakan balita. Apabila ditemukan balita dengan berat badan yang tidak naik sesuai standar, kader akan berkoordinasi dengan Puskesmas dan petugas KB untuk memberikan pendampingan, makanan tambahan, atau rujukan bila diperlukan.

Salah satu tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir masyarakat. Sebagian orang tua belum memahami arti stunting sehingga merasa tersinggung ketika anaknya dinyatakan berisiko.

Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (sejak awal kehamilan hingga anak berusia 2 tahun) sebagai masa emas untuk mencegah stunting. Persiapan bahkan dimulai sejak calon pengantin melalui pemeriksaan kesehatan dan status gizi.

Pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi keluarga, masyarakat, kader kesehatan, dan pemerintah. Perempuan, khususnya ibu, memegang peran penting dalam memastikan gizi dan tumbuh kembang anak, namun keberhasilan upaya ini juga sangat bergantung pada dukungan ayah, lingkungan yang sehat, serta edukasi yang berkelanjutan sejak sebelum kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Program DAHSYAT menjadi salah satu bentuk nyata pendampingan melalui penyediaan makanan bergizi, pemantauan pertumbuhan, dan edukasi kepada keluarga. ( Ria )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....