Pendeta Gideon Tandayu: Batu Peringatan di Gunung Ebal Uji Ketaatan Iman
- 16 Jul 2026 10:07 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Pendeta Gideon Tandayu mengajak umat Kristen untuk menjadikan ketaatan kepada Tuhan sebagai dasar dalam menjalani kehidupan. Hal itu disampaikannya dalam renungan pagi yang mengangkat pembacaan firman Tuhan dari Kitab Ulangan 27:1-5 dengan tema sebuah ujian ketaatan."
"Dalam pembacaan tersebut, Musa bersama para tua-tua Israel memerintahkan bangsa Israel untuk berpegang teguh pada seluruh perintah Tuhan. Ketika memasuki Tanah Kanaan setelah menyeberangi Sungai Yordan, mereka diperintahkan mendirikan batu-batu besar yang dikapuri, menuliskan hukum Taurat di atasnya, serta membangun mezbah bagi Tuhan di Gunung Ebal dari batu yang tidak dipahat dengan perkakas besi,"ujarnya dalam acara Mutiara Pagi di Prosatu RRI Tahuna, (16/7/2026).
| Baca juga: Tiga Teladan Kristus dalam Penderitaan |
Pendeta Gideon menjelaskan bahwa masuk ke Tanah Kanaan merupakan harapan dan impian seluruh bangsa Israel setelah menjalani perjalanan panjang di padang gurun. Tanah yang dijanjikan Tuhan kepada nenek moyang mereka merupakan negeri yang berlimpah susu dan madu serta menjadi awal kehidupan baru bagi umat Israel.
"Sebelum menikmati janji Tuhan, bangsa Israel terlebih dahulu diuji melalui ketaatan. Salah satu perintah yang diberikan adalah mendirikan batu-batu peringatan di Gunung Ebal sebagai monumen untuk mengenang karya dan penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan mereka menuju Tanah Perjanjian,"ucap Pendeta Gideon.
| Baca juga: Fokuskan Hidup kepada Yesus |
Batu peringatan tersebut menjadi simbol agar bangsa Israel tidak melupakan bahwa mereka dapat memasuki Tanah Kanaan bukan karena kemampuan sendiri, melainkan karena tuntunan dan pertolongan Tuhan yang setia menyertai mereka sejak keluar dari Mesir hingga tiba di negeri yang dijanjikan.
"Sebahai Umat kristen semakin setia menaati firman Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. Ketaatan, katanya, menjadi kunci untuk mengalami penyertaan Tuhan serta menikmati setiap janji yang telah dipersiapkan-Nya bagi umat yang percaya," katanya.
Pendeta Gideon juga mengajak umat percaya untuk memiliki sikap yang sama dalam kehidupan sehari-hari, yaitu selalu mengingat setiap pertolongan Tuhan dan tetap berpegang teguh pada firman-Nya. Menurutnya, setiap keberhasilan dan berkat yang diterima merupakan wujud kasih karunia Tuhan yang patut disyukuri.(alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....