Media Sosial: Ancaman bagi Kesehatan Mental Remaja?
- 15 Jul 2026 15:48 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja. Berbagai platform digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, hingga mengekspresikan diri. Namun, di balik manfaat tersebut, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental.
Berdasarkan hasil systematic review yang diterbitkan dalam jurnal Cureus pada tahun 2023, penggunaan media sosial secara intensif dikaitkan dengan meningkatnya gejala depresi, kecemasan, gangguan tidur, penurunan kepercayaan diri, hingga perilaku menyakiti diri pada sebagian remaja dan dewasa muda. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa dampak media sosial tidak hanya dipengaruhi oleh lamanya penggunaan, tetapi juga oleh kualitas interaksi dan jenis konten yang dikonsumsi.
Sementara itu, umbrella review yang diterbitkan dalam Current Opinion in Psychology menyebutkan bahwa hubungan antara media sosial dan kesehatan mental bersifat kompleks. Sebagian besar penelitian menemukan adanya hubungan antara penggunaan media sosial dengan meningkatnya masalah kesehatan mental, tetapi besar pengaruhnya berbeda-beda pada setiap individu. Faktor seperti pengalaman perundungan siber (cyberbullying), perbandingan sosial (social comparison), kualitas hubungan keluarga, serta kondisi psikologis sebelumnya turut memengaruhi dampak yang dirasakan remaja.
Psikolog menjelaskan bahwa media sosial sebenarnya memiliki banyak manfaat apabila digunakan secara bijak. Platform digital dapat menjadi sarana belajar, membangun relasi, mengembangkan kreativitas, hingga memperoleh dukungan sosial. Namun, penggunaan yang tidak terkendali berpotensi mengurangi waktu tidur, menurunkan konsentrasi belajar, dan meningkatkan rasa cemas akibat tekanan untuk selalu tampil sempurna di dunia maya.
Para ahli juga menekankan pentingnya peran orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dalam mendampingi remaja menggunakan media sosial secara sehat. Edukasi mengenai literasi digital, pembatasan waktu penggunaan gawai, serta komunikasi yang terbuka dinilai mampu membantu remaja mengurangi risiko dampak negatif media sosial.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa media sosial bukan satu-satunya penyebab gangguan kesehatan mental. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan yang seimbang diperlukan agar media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana yang produktif tanpa mengorbankan kesehatan mental remaja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....