Program Transplantasi Lamun Perkuat Habitat Dugong di Aceh

  • 15 Jul 2026 16:34 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar - Natural Aceh bersama Yayasan KEHATI memperkuat upaya pelestarian habitat dugong (Dugong dugon) melalui program transplantasi lamun di kawasan Pantai Tebing Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Program tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Kegiatan bertajuk "Langkah Kecil Kita Hari Ini, Masa Depan Besar bagi Lamun dan Dugong" melibatkan akademisi, pegiat lingkungan, masyarakat pesisir, relawan konservasi, dan tim penyelam. Peserta melakukan transplantasi lamun sekaligus mengikuti edukasi mengenai peran padang lamun sebagai habitat dan sumber pakan utama dugong.

Direktur Program Yayasan KEHATI, Dr. Roni Megawanto, mengatakan pelestarian padang lamun merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan populasi dugong. Menurutnya, program tersebut menjadi inisiatif konservasi pertama di Aceh yang secara khusus berfokus pada perlindungan mamalia laut itu.

Roni juga mengapresiasi inisiatif Natural Aceh yang mengembangkan platform pelaporan dugong berbasis masyarakat. Laporan dari nelayan dan warga pesisir dinilai menjadi informasi penting untuk mendukung upaya perlindungan satwa tersebut.

Sementara itu, peneliti dugong Dr. Audrie J. Siahainenia mengatakan hingga kini belum terdapat data pasti mengenai populasi dugong di Aceh. Namun, laporan masyarakat menjadi dasar penting untuk mengidentifikasi keberadaan mamalia laut tersebut.

Audrie menjelaskan hasil penyelaman menunjukkan kondisi padang lamun di Lamreh masih cukup baik untuk mendukung habitat dugong. Perkembangan lamun hasil transplantasi akan dipantau selama enam bulan guna mengetahui tingkat keberhasilannya.

Direktur Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, mengatakan program konservasi tersebut berawal dari laporan nelayan mengenai kemunculan dugong di kawasan pesisir Lamreh. Menurutnya, temuan itu memperkuat pentingnya menjaga padang lamun sebagai habitat utama satwa tersebut.

"Di mana ada dugong berarti di situ ada lamun, begitu juga sebaliknya. Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga padang lamun sebagai habitat dugong dan bagian dari ekosistem pesisir," kata Zainal.

Program Manager Konservasi Lamun Natural Aceh, Wahdini Husniah, berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari upaya konservasi lamun yang berkelanjutan di Aceh. Menurutnya, pelestarian habitat dugong memerlukan kolaborasi berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup di perairan laut dangkal. Selain menjadi sumber makanan utama dugong, padang lamun juga berfungsi menjaga kualitas perairan, menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap karbon, serta membantu melindungi garis pantai dari abrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....