“We Listen, We Don’t Judge” Efektif Mengedukasi Netizen

  • 15 Jul 2026 18:38 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Tren media sosial bertajuk We Listen, We Don’t Judge dinilai mampu menjadi sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda dalam membangun budaya komunikasi yang lebih sehat. Pesan yang sederhana membuat kampanye tersebut mudah diterima oleh pengguna media sosial.

Demikian pandangan Pegiat Literasi, Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si., disampaikan saat siaran obrolan Jaga Malam PRO 2 RRI Madiun.

Dosen UNIPMA ini mengatakan pendekatan berbasis tren lebih relevan dengan karakter generasi digital dibandingkan penyampaian teori yang terlalu formal. Karena itu, kampanye positif perlu dikemas secara kreatif agar menarik perhatian publik.

Menurut Linda, tren tersebut mengajarkan pentingnya mendengarkan dan memahami konteks sebelum memberikan penilaian terhadap seseorang. Sikap tersebut sangat dibutuhkan di tengah maraknya fenomena penghakiman di media sosial.

“Mengedukasi generasi saat ini memang tidak bisa hanya dengan teori-teori. Salah satu caranya adalah membungkusnya dalam konsep tren,” ujarnya.

Linda menilai prinsip No Judge, More Respect bukan berarti melarang seseorang menyampaikan pendapat. Sebaliknya, prinsip tersebut mengajarkan agar komentar yang diberikan tetap berdasarkan fakta, konteks, dan rasa hormat kepada orang lain.

Ia menambahkan bahwa kualitas percakapan di dunia digital sangat ditentukan oleh perilaku setiap individu. Oleh sebab itu, perubahan budaya komunikasi harus dimulai dari kesadaran pribadi masing-masing pengguna media sosial.

“Kualitas percakapan di dunia digital ditentukan oleh sikap kita. Apa yang kita tulis dan sampaikan adalah cerminan mental, pikiran, dan akhlak kita terhadap sesama manusia,” kata Linda.

Melalui kampanye tersebut, Linda berharap masyarakat semakin sadar bahwa ruang digital yang sehat tidak dapat terwujud tanpa adanya rasa hormat, empati dan tanggung jawab dari setiap pengguna media sosial.

Ia menegaskan bahwa budaya komunikasi yang positif harus dimulai dari kesadaran individu untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat serta menghargai orang lain di ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....