Perpustakaan Didorong Menjadi Wadah Pengembangan Penulis Daerah
- 14 Jul 2026 20:58 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Perpustakaan didorong tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga berkembang sebagai wadah pembinaan dan pengembangan penulis di daerah. Melalui berbagai program literasi yang terjadwal, perpustakaan dinilai mampu melahirkan lebih banyak penulis sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Bengkulu, Toni Hartanto, S.Sos., mengatakan perpustakaan memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan koleksi bacaan. “Perpustakaan itu sebagai fungsinya baik fungsi pendidikan, fungsi penelitian, rekreasi, fungsi inilah sebetulnya untuk mengembangkan budaya kepenulisan,” kata Toni.
Ia menilai Bengkulu memiliki banyak penulis yang berpotensi berkembang apabila mendapat ruang untuk berkarya dan berbagi pengalaman. “Kalau untuk penulis-penulis di Bengkulu ini banyak,” katanya.
Toni menjelaskan, perpustakaan sebaiknya menjadi pusat aktivitas literasi yang melibatkan masyarakat secara aktif, tidak terbatas pada kegiatan membaca dan meminjam buku. Menurutnya, berbagai kegiatan kepenulisan, seperti diskusi, pelatihan, bedah karya, hingga kelas menulis, dapat menjadi agenda rutin perpustakaan.
“Sebaiknya perpustakaan ini menangkap ini sebagai wadah. Jadi intinya perpustakaan itu tugasnya bukan hanya baca tulis, tapi sudah melibatkan masyarakat untuk kegiatan apapun, termasuk tulis-menulis,” ungkapnya.
Untuk mendukung program tersebut, Toni mendorong perpustakaan menjalin kolaborasi dengan akademisi maupun praktisi yang memiliki kompetensi di bidang kepenulisan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, para penulis pemula maupun yang telah berkarya diharapkan dapat terus mengasah kemampuan mereka.
“Dan nanti perpustakaan bisa menggandeng katakanlah dosen yang terkait dengan tulisan dan apa pun yang terkait dengan penulisan diadakan di perpustakaan. Jadi ada terjadwal, agar para penulis yang ada ini bisa terasah,” kata Toni mengakhiri.
Untuk itu, perpustakaan harus mampu bertransformasi menjadi pusat kegiatan literasi masyarakat secara luas. Keberhasilan perpustakaan tidak hanya diukur dari koleksi buku maupun jumlah pengunjung, tetapi juga dari aktivitas literasi yang mampu menggerakkan masyarakat untuk belajar, berkarya, dan berinovasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....